Kajian Kitab Kuning Ta’limul Muta’allim Dan Dialog Interaktif: Pentingnya Kitab Kuning di Era Milenial

Bab hal-hal yang mendatangkan rezeki serta yang menghambatnya

Penyebab utama yang dapat mendatangkan rezeki adalah menjalankan shalat dengan penuh khusyuk, lengkap dengan rukun-rukunnya, kewajibannya, sunnah-sunnahnya dan adab-adabnya.

Kalau shalat dhuha sudah dikenal mendatangkan rezki, juga membaca surat Al Waqi’ah terutama di malam hari ketika hendak tidur, dan membaca surat AI Mulk, Al Muzammil, Al Lail, Al Insyirah, serta mendatangi masjid sebelum waktu adzan, selalu dalam keadaan suci, menunaikan shalat sunnah subuh, dan shalat witir di rumah juga dapat mendatangkan rezeki.

Setelah mengerjakan witir hendaknya tidak membicarakan urusan duniawi, tidak banyak duduk dengan kaum wanita kecuali ada keperluan dan tidak membicarakan hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat untuk dunia atupun agamanya.

Seorang ulama berkata: “Barangsiapa yang sibuk dengan segala perkara yang bukan urusannya, maka ia ketinggalan kepentingan sendiri.

Buzurjamhir berkata: “Bila engkau melihat seseorang banyak berbicara, maka yakinilah ia orang gila.

Imam Ali kw. berkata: “Bila akal seseorang telah sempurna, ia akan sedikit bicara.

Si penulis berkata dalam hal ini ada sebuah bait syair yang sesuai “Bila sempurna akal seseorang, sedikit sekali ucapannya, dan yakinilah kebodohan seseorang bila ia banyak bicara.”

Penyair lain berkata:

Ucapan adalah perhiasan dan diam adalah keselamatan. Bila kamu berbicara jangan terlalu banyak. Kamu bisa menyesal sekali karena diam, tetapi kamu akan menyesal beberapa kali karena bicara.

Termasuk hal-hal yang dapat menambah rezki antara lain:

Membaca setiap subuh sampai waktu sholat 100 x

سبحان الله العظيم وبحمده، سبحان الله العظيم وبحمده، وأستغفر الله العظيم وأتوب إليه

Artinya : “Maha Suci Allah Maha Agung, Maha Suci Allah dan dengan pujin-Nya, kumohon ampunan dan bertobat kepada-Nya.

Membaca setiap pagi dan sore 100 x

لا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah, Raja yang Benar dan Maha Jelas.

Setiap hari setelah shalat subuh dan maghrib 33 x

الحمد لله، وسبحان الله، ولا إله إلا الله

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Maha suci Allah dan tiada tuhan selain Allah.

Setelah shalat subuh membaca istighfar 40 x dan membaca

لا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم

Kemudian membaca sholawat Nabi Muhammad saw.

Artinya: “Tiada daya dan kekuatan melainkan dari pertolongan Allah yang Maha Mulia Lagi Maha Agung.

Setiap hari jum’at membaca doa 70 x

اللهم أغننى بحلالك عن حرامك واكفنى بفضلك عمن سواك

Artinya: “Ya Allah cukupkan aku dengan yang halal dari yang haram, cukupilah aku dengan anugrahmu daripada selain kamu.

Setiap hari dan setiap malam membaca pujian/ doa ini (selengkapnya bisa dilihat di Kitab Ta’limul Muta’allim)

أنت الله العزيز الحكيم, أنت الله الملك القدوس, أنت الله الحكيم الكريم, انت الله خالق الخير والشر, أنت الله خالق الجنة والنار, أنت الله عالم الغيب والشهادة, أنت الله عالم السروأخفى, أنت الله الكبير المتعال, أنت الله خالق كل شيئ واليه يعود كل شيئ, أنت الله ديان يوم الدين, لم تزل ولا تزال, أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد, لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد, أنت الملك القدوس السلام المؤمن المهيمن العزيز الجبار المتكبرلا إله إلا أنت الخالق البارئ المصور له الأسماء الحسنى يسبح له ما فى السموات والأرض وهو العزيز الحكيم

Di antara hal-hal yang dapat menambah umur: Berbuat baik, tidak mengganggu orang lain, menghormati orang lanjut usia, menyambung silaturrahmi, dan setiap pagi dan sore membaca doa ini sebanyak tiga kali:

سبحان الله ملء الميزان, ومنتهى العلم, ومبلغ الرضا, وزنة العرش. ولا إله إلا الله ملء الميزان, ومنتهى العلم وزنة العرش. والله أكبر, ملء الميزان, ومنتهى العلم, ومبلغ الرضا, وزنة العرش

Selain itu yang dilarang adalah memotong pohon yang masih basah kecuali keperluan mendesak, berwudhu dengan sempurna, shalat dengan khusyu’, melakukan haji dan umrah dengan cara Qiran, menjaga kesehatan, selain itu ia juga perlu belajar sedikit tentang kedokteran, juga mengambil berkah dari doa-doa untuk kesehatan yang dikumpulkan oleh Syaikh Al Imam Abul Abbas Al Mustaghfiri dalam kitabnya yang berjudul Thibbun Nabawi, orang yang mencarinya bisa mendapatkannya.

Akhirnya segala puji bagi Allah atas selesainya kitab ini, semoga Allah bershalawat dan bersalam kepada junjungan kami Muhammad sebaik-baik rasul yang mulia, beserta keluarga dan para sahabatnya sepanjang masa. Aamiin.

Bahwa adab dan akhlaq adalah diatasnya ilmu, jadi sangat penting sekali dalam menuntut ilmu kita memperhatikan dan menggunakan akhlaq dan adab. Jangan sampai kita tidak beradab, karena Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani berkata: “Kalau hanya pintar saja, maka syetan lebih pintar, tapi yang membedakan manusia dengan syetan adalah akhlaqnya.” Dalam kitab hidayah juga disebutkan bahwa barang siapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah hidayahnya maka dia semakin jauh dari Allah swt.

Dialog Interaktif bersama Mbak Ima Khoirunnisa (KMNU Undip, Depnas 5)

Kitab kuning adalah kitab karangan para ulama, para salafunas sholih yang didalamnya membahas berbagai masalah atau ilmu seperti fiqih, tasawuf, aqidah, ilmu kalam, sejarah Nabi, terjadinya perang, dan lain-lain.

Sedangkan pengertian kitab kuning menurut Alm. KH. Maimun Zubair, kitab kuning berasal dari kata “Ashfar” yang berarti kosong. Beliau berkata apabila kita ingin menjadi kyai atau ulama atau orang yang pandai agama, hendaknya kita belajar terlebih dahulu kitab kuning, kitab yang masih gundul, tidak ada harokat maupun artinya. Maksudnya adalah apabila kita ingin mencapai derajat seorang alim atau kyai, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh dalam memahami kitab kuning, sebelum mempelajarinya kita harus paham betul dengan ilmu penunjangnya seperti ilmu shorof, nahwu, balghoh, dan matiq.

Kitab kuning merupakan karya ulama, apabila kita kembali dengan al-qur’an dan hadist kita tentunya akan kewalahan, kesusahan dalam memahami, dan belum terperinci. Oleh karena itu, dengan adanya kitab kuning, di dalamnya terdapat hal-hal terperinci dan tentunya lengkap mengenai berbagai masalah ibadah dan lainnya.

Kita sebagai santri dan pelajar, dengan mempelajari kitab kuning, kita sudah mempunyai usaha untuk memperdalam ilmu agama kita. Rasulullah bersabda: “Jadilah kamu orang yang mengajari ilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima, maka kamu akan celaka.” (HR. Baihaqi). Maksudnya menjadi orang kelima dan akan celaka adalah orang tidak mengajari ilmu, tidak menuntut ilmu, tidak mendengarkan ilmu dan tidak menyukai ilmu.

Kita sebagai pelajar, sebagai santri, atau sebagai masyarakat biasa hendaknya:

Jadilah orang yang mengajari ilmu, kitab kuning atau yang lainnya, dengan syarat sudah mahir, sudah paham betul dengan nahwu shorof tentunya, sudah paham dalam bidang kitab tersebut, dan sudah mendapat izin dari guru kita, guru yang mengajari kita.

Apabila tidak bisa mengajari ilmu, maka jadilah orang yang menuntut ilmu, bersungguh -sungguh dalam mempelajarinya. Kita sebagai santri harus mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru kita.

Apabila kita masih tidak sanggup dalam belajar, maka jadilah orang yang mendengarkan ilmu, misal kita sibuk kuliah atau kerja, minimal kita mendengarkan ilmu, seperti di youtube.

Apabila kita masih tidak ada waktu untuk mendengarkan, jalan terakhir adalah minimal jadilah orang yang menghormati ilmu, kita harus memuliakan ilmu, seperti apabila kita melihat kitab yang berserakan, hendaknya kita membereskan kemudian menata lagi ke tempat yang lebih tinggi. Selain itu untuk memuliakan ilmu, minimal apabila kita hendak mengaji, kita harus dalam keadaan suci (wudhu terlebih dahulu), dan membawa kitab dengan tangan kanan, dan ditaruh di dada.

Kenapa kitab kuning sangat penting?

Misalkan kita saat skripsi di anjurkan untuk mencari referensi dari jurnal-jurnal, dari buku-buku, bukan dari internet (sumbernya masih di pertanyakan, tidak relevan). Itu sama halnya dengan kita para santri, pasti kita ada masalah, mencari solusi masalah, kita tentunya mencari rujukan dari kitab-kitab, dimana sudah terpercaya, sudah relevan, karena merupakan karya ulama.

Misal bagi masyarakat awam, mencari di internet suatu masalah hukum, setelah menemukan jawaban ternyata terdapat jawaban yang berbeda, maka menjadi bingung, mana yang benar. Oleh karena itu dengan adanya kitab kuning, semua masalah ibadah di dalamnya ada. Apabila kita belum paham, masih ragu dalam mempelajari kitab kuning, maka sebaiknya kita bertanya dengan orang yang mahir dalam kitab kuning bidang tersebut, tanya kepada guru atau teman kita.

Jangan diasumsikan kita harus mempelajari sendiri kitab kuning yang tebal-tebal. Memakai terjemahan kitab juga boleh. Dengan adanya kitab kuning mengawal pemikiran-pemikiran kita yang masih bingung. Di era milenial ini kita dihadapkan dengan masalah yang di alqur’an dan hadist tidak dijelaskan dengan rinci. Dengan kitab karya ulama, kita akan di mudahkan dalam mencari solusi masalah ibadah atau hukum lainnya yang didalamnya.

Sumber: Kajian online kitab kuning Ta’limul Muta’allim KMNU Pusat tanggal 23 Januari 2021

Pembicara: Muh Adib R (Koor Kajian Kitab Kuning, Divisi Kajian dan Dakwah, Depnas 5) bersama Mbak Ima Khoirunnisa (KMNU Undip, Depnas 5)

You might also like
Comments
Loading...