Kajian Kitab Kuning Ta’limul Muta’allim Dan Dialog Interaktif: Refleksi Hari Lahir Nahdlatul Ulama

Bab hal-hal yang mendatangkan rezeki serta yang menghambatnya

Seorang penyair berkata: “Bukankah kerugian, jikalau telah bermalam-malaman tanpa manfaat umur berjalan.”

Malam apabila kita gunakan untuk tidur, itu merupakan terhitung jatah umur, dan apabila kita gunakan untuk tidur semua, maka akan sia-sia .

Penyair lain berkata: Bangunlah di malam hari agar kamu mendapat petunjuk. Berapa lama lagi kamu akan tidur malam sedangkan umur terus berlalu.

Tidur dan kencing dalam keadaan telanjang, makan dalam keadaan junub, makan dalam keadaan bersandar, menyapu rumah di malam hari, menyapu dengan sapu tangan, membiarkan tempat sampah dalam rumah, berjalan di muka guru-guru, memanggil kedua orang tua dengan namanya, memakai kayu apapun untuk bertusuk gigi, mencuci tangan dengan tanah, duduk di muka pintu, duduk di daun pintu, wudhu di tempat istirahat, menjahit baju yang melekat di tubuhnya, mengeringkan wajah dengan bajunya, membiarkan sarang laba-laba dalam rumah, meremehkan shalat, cepat-cepat keluar dari masjid setelah shalat subuh, berangkat kepasar pagi-pagi, terlambat pulang dari pasar, membeli roti dari para pengemis, mendoakan celaka untuk anak, tidak menutup tempat minum, memadamkan lampu dengan ditiup, ini semua menyebabkan ketakiran, hal ini dipahami dari berbagai hadits para sahabat.

Selain itu juga ada hal-hal menyebabkan kefakiran yaitu: menulis dengan pena yang diikat, bersisir dengan sisir yang patah, tidak mendoakan kebaikan untuk kedua orang tua, memakai sorban sambil duduk, memakai celana panjang sambil berdirı, pelit, boros, malas, suka menunda-nunda dan meremehkan segala urusan.

Rasulullah saw. bersabda: “Mintalah turunnya rezki dengan mengeluarkan sedekah.”

Bangun pagi yang diberkahi akan menambah segala kenikmatan terutama masalah rezki, bentuk tulisan yang baik termasuk kunci rezeki begitu juga wajah ceria dan tutur kata yang baik. Diriwayatkan dari Al Hasan bin Ali RA. berkata: “Menyapu halaman rumah dan mencuci wadah dapat mendatangkan kekayaan.” Bagaimana supaya rumah itu rapi dan indah, jangan biarkan kotor. Apabila bersih dan rapi maka akan mendatangkan kekayaan.

Penyebab utama yang dapat mendatangkan rezeki adalah menjalankan shalat dengan penuh khusyuk, lengkap dengan rukun-rukunnya, kewajibannya, sunnah-sunnahnya dan adab-adabnya. Bukanlah kekayaan itu kekayaan benda seperti mobil, rumah, tapi kaya hatinya (qonaah, merasa cukup apa yang telah diberikan oleh Allah).

Didalam sebuah petuah bijak diceritakan terdapat orang yang mengeluh karena tidak punya uang banyak, akhirnya dia sambat dengan ulama. Ulama menjawab, apakah kamu mau matamu aku ganti dengan 1000 dinar atau telingamu aku ganti dengan uang yang banyak?” Orang tersebut menjawab “Tidak mau”. Kemudian ulama berkata “Kamu sudah diberi oleh Allah kekayaan yang banyak, seharusnya kamu bersyukur.” Pada akhirnya orang tadi sadar.

Dialog Interaktif bersama Mbak Nensy Setyoningrum (KMNU Iman PKN STAN)

Definisi aktivis, orang yang menjadi pengerak dalam organisasinya, baik keagamaan, sosial atau politik. Tantangan zaman sudah kita alami sejak revolusi. Kita ikut di KMNU ini juga merupakan salah satu bentuk aktivis, walaupun tidak ikut demo-demo, kita aktivisnya melalui doa dan sebagainya.

Kalau kita kaitkan dengan KMNU, kita biasanya hanya dilihat dengan kajian-kajian, tapi  sebenarnya kita juga bergerak dalam hal intelektual lainnya. Kita sudah dihadapkan dengan tantangan zaman seperti teknologi, selain itu seperti kesehatan mental, dan lain-lain. Kita harus segera cari passion kita, kita segera mendalami bidang kita, tidak perlu meniru-niru teman kita, sehingga lebih gampang dan enjoy dengan passion kita sendiri.

Apabila kita sudah aktivis dalam organisasi, jangan lupa menjadi aktivis dalam kuliah juga, unggul di dalam organisasi dan tentunya juga dalam kuliah juga. Hendaknya kita menjadi sosok yang bagus dalam organisasi, tapi jangan sampai kuliah kita terbengkalai.

Bagaimana kedepannya kita menjadi pemberi bukan meminta diberi. Kita harus punya pondasi yang kuat (prinsip dari akidah dan tasawuf). Setelah itu kita baru masuki ilmu umum-umum lainnya.  

Kita sebagai mahasiswa atau aktivis organisasi dalam menghadapi tantangan zaman, harus tetap memiliki prinsip, harus sebagai orang yang mempengaruhi bukan menjadi orang yang terpengaruhi (terombang-ambingkan), kita harus menjadi penggerak bukan hanya menonton.

Kita harus menjaga tradisi-tradisi lama, kita tetap jaga dan ikuti, kita mengambil hal-hal baik dan manfaat.

Sumber: Kajian online kitab kuning Ta’limul Muta’allim KMNU Pusat tanggal 16 Januari 2021

Pembicara: Muh Adib R (Koor Kajian Kitab Kuning, Divisi Kajian dan Dakwah, Depnas 5) bersama Mbak Nensy  Setyoningrum (KMNU Iman PKN STAN)

Notulis : Ima Khoirunnisa (Divisi Kajian dan Dakwah, Depnas 5)

You might also like
Comments
Loading...