Zakat Fitrah

Di dalam bulan ramadhan, selain kita di wajibkan untuk berpuasa selama 1 bulan. Kita juga di wajibkan untuk menunaikan Zakat Fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang di wajibkan atas orang Islam baik laki laki maupun perempuan yang memenuhi syarat syarat yang telah di tetapkan. Waktu pelaksanaan nya adalah dari awal Ramadhan hingga terbenam nya hari pertama Idul Fitri atau satu Syawal.
Di dalam Al Qur’an, Allah telah berfirman:

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. (QS: Al Baqarah ayat 43).

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS: Al Baqarah ayat 277).

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS: At-taubah Ayat 60).

Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa orang orang yang memiliki syarat mengeluarkan zakat, mereka harus mengeluarkan zakat. Karena hukumnya adalah wajib. Di dalam kitab Fathul Mu’in di jelaskan bahwa zakat fitrah tidaklah wajib adalah hal yang keliru. Karena Zakat fitrah terhadap bulan ramadhan adalah bagaikan sujud sahwi terhadap sholat. Zakat adalah sarana untuk menambal kekurangan puasa sebagaimana sujud sahwi menambal kekurangan sholat.

Menurut abu syuja di dalam kitab Fathul qorib di jelaskan bahwa ada beberapa orang yang wajib mengeluarkan zakat:

  1. Islam
  2. Hidup di saat terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan
  3. Mampu

Disisi lain, di dalam kitab Fathul qorib juga di terangkan bahwa ada beberapa orang yang berhak menerima Zakat:

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil Zakat
  4. Muallaf
  5. Hamba sahaya
  6. Gharim atau orang orang yang mempunyai hutang
  7. Ibnu Sabil
  8. Fi Sabilillah atau orang orang yang berjuang di jalan Allah, seperti guru mengaji, Muadzin dll.

Adapun jumlah yang harus di keluarkan adalah satu sha’ atau 2.5 KG makanan pokok di daerah tersebut. Kalau seumpama memakai uang maka zakatnya adalah sebesar harga Makanan pokok seberat 2.5 KG. Seumpama satu kilogram beras seharga 10.000 maka yang harus di keluarkan untuk zakat adalah sebesar 25.000 Rupiah.

Adapun Allah Swt telah memberikan ancaman yang sangat keras
terhadap orang yang tidak mau membayar zakat, di antara nya adalah:

  • Pada hari Kiamat Allah akan mengalungkan harta yang tidak dikeluarkan untuk zakat dileher pemiliknya. Seperti Firman Allah di dalam Al Qur’an yang berbunyi:

وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا۟ بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS: Ali Imron ayat 180).

  • Tubuh orang yang tidak mau mengeluarkan zakat akan dibakar di dalam neraka Jahannam dengan hartanya sendiri yang telah dipanaskan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْأَحْبَارِ وَٱلرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۗ وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ,
يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (QS: At-Taubah ayat 34-35).

Disusun oleh: Ahya Averosy Fiqa (KMNU UNISSULA)

You might also like
Comments
Loading...