Weton, Pentingkah?

Saat seseorang memutuskan menikah, ada sebagian orang yang menganggap weton itu sangat penting. Selain itu juga ada yang  menganggap sebagai hal yang biasa, menjadikan weton sebagai sebuah referensi tapi tidak mempercayainya secara penuh. Ada juga sebagian orang yang menganggap weton tidak  penting sama sekali dalam pernikahan.

Ada sebuah kasus dari salah seorang teman dari penulis. Terdapat dua insan yang sama-sama saling mencintai, tapi karena weton-nya tidak cocok, jadi ada hitungan khusus untuk menghitung weton kedua mempelai. Kasus dari pasangan calon pengantin tersebut adalah weton-nya tumpuk (misalnya sama-sama sabtu wage atau sama-sama minggu wage). Itulah yang disebut weton tumpuk. Makanya tidak direstui oleh orang tua pihak laki-laki.

Dari kasus tersebut, bagaimana kita menyikapinya? Husnudzon-lah kepada Allah, mungkin dia bukan jodoh kita. Dalam Qur’an disebutkan:

جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ أَزْوَٰجًا ۖ

Artinya: Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula).

Di dalam surat A-Syuro ayat 11 tersebut dijelaskan bahwa Gusti Allah adalah pencipta langit dan bumi. Gusti Allah lah yang menjadikan kita berpasang-pasang. Seperti saat Gusti Allah menciptakan ayah Adam dan bunda Hawa. Ada jenis perempuan dan ada jenis laki-laki sehingga terciptalah keturunan manusia dari generasi ke generasi melalui proses perjodohan. Artinya, di dalam Al Qur’an, jodohnya seseorang itu belum tentu bisa dia yang kita harapkan. Seseorang yang kita harapkan A, tapi justru ternyata jodoh kita B. Hal tersebut karena kekuasaan dari Gusti Allah. Selain itu, di zaman nabi ada sebuah kisah, orang yang sangat amat jelek sekali menikah dengan seorang perempuan yang cantik aduhay. Sebab apa? Karena kuasanya Gusti Allah. Seberapa tinggi mahabbah-mu, seberapa tinggi gendam dan peletmu, seberapa tinggi hitungan weton-mu akan kalah dengan kalimat Lahaulawalaquwaataillahbillah.

Dari ayat tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ketika kita ditolak karena weton oleh orang tua dari orang yang kita cintai, mungkin saja dia bukan jodoh kita. Kalaupun jodoh kita, pasti akan disatukan dengan cara apapun. Selain itu, ada satu kisah lagi dari orang tua teman dari penulis. Orang tua teman dari penulis menikah dengan weton yang tumpuk. Tapi Alhamdulillah sampai sekarang pernikahan tersebut masih awet dan langgeng. Permasalahan dalam pernikahan itu pasti ada, wajar dan manusiawi. Tapi permalasahan tersebut bisa diminimalisir dengan cara yang berbeda-beda dari setiap insan suami istri. Kesimpulannya, silahkan menjadikan weton sebagai referensi, tapi jangan diyakini atau dijadikan hukum mutlak, karena weton seseorang celaka atau tidak bahagia itu karena lahaulawalaquwaataillahbillah, tidak ada kekuatan lain yang bisa mengalahkan kekuatan Gusti Allah SWT.

Penulis: Ahya Averrosy Fiqa (Koordinator kajian dan dakwah KMNU Nasional)

Comments
Loading...