KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

Tidak Ada Keraguan Terhadap Muhammad SAW (Memperingati Isra’ Mi’raj)

Oleh: Ali Ruslan

KMNU UIN SUKA

Hari itu, mendadak warga seantero Makkah heboh. Setiap sudut kota Makkah, riuh membicarakan isu yang sedang menerpa Muhammad SAW. Tidak ada yang menyangka, pada hari itu warga kota Makkah diributkan dengan datangnya kabar dari seorang yang sangat dipercaya, yang bergelar Al-Amin, yang tidak pernah berbohong sekalipun; Muhammad SAW. Sebelumnya Muhammad bercerita kepada orang-orang terdekatnya bahwa dia telah pergi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu kemudian naik ke atas langit dan kemudian kembali lagi hanya dalam waktu satu malam.

Pernyataannya sangat tidak mungkin dipercayai karena tidak masuk akal. Tidak ada orang yang mempercayainya ceritanya.  Bahkan orang terdekatnya pun tidak ada yang percaya. Kabar itu pun tersebar ke pelosok kota Makkah dalam waktu sekejap. Tidak ada yang mempercayai ceritanya itu. Kemudian orang-orang terdekatnya meninggalkannya satu persatu.

Abu Jahal, paman Muhammad SAW mendatanginya. Seraya memastikan kabar yang dia dengar dari orang-orang yang menemuinya. “Hai, Ibnu Abdullah apakah benar engkau telah pergi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian kembali lagi dalam waktu satu malam?”. Muhammad SAW pun menjawab “ Benar, pamanku”. Abu Jahal pun menimpali dengan niat buruk “Bagaimana kalau aku kumpulkan warga Makkah, untuk mendengarkan ceritamu?” Muhammad SAW pun menyetujuinya.

Tidak lama kemudian masyarakat Makkah berkumpul di Masjidil haram untuk mendengarkan kabar secara langsung dari sumbernya. Kabar perjalanan yang tidak masuk akal. Kabar perjalanan yang seharusnya ditempuh beberapa hari, namun katanya hanya semalam saja. Tentu ini sulit untuk dipercayai. Maka dari itu, masyarakat Makkah datang untuk membuktikan dan mendengarkannya sendiri.

Setelah penduduk Makkah berkumpul, Muhammad SAW pun berdiri di hadapan mereka. Lalu menceritakan secara detail kejadian yang dialaminya tadi malam dari awal sampai akhir. Setelah mendegarkan cerita dari Muhammad SAW secara langsung, penduduk Makkah pun menertawainya dan meneriakinya seorang pembohong. Orang-orang yang sudah masuk Islam, kembali menjadi murtad. Keadaan semakin ribut tak terkendali. Dalam keributan, muncullah sosok sahabat yang bernama Abu Bakar menenangkan penduduk Makkah.

Abu Bakar salah satu orang yang berkumpul dengan penduduk lain untuk mendengarkan kabar perjalanan Muhammad SAW secara langsung. Dengan kemantapan dan keteguhan hati, Abu Bakar maju ke depan dan berdiri di samping Muhammad SAW. Abu Bakar pun berkata “Hai penduduk Makkah, kita sudah mendengarkan ceritanya secara langsung dari Muhammad SAW. Dia adalah Rasulullah, seorang utusan Allah SWT yang hadir di tengah-tengah kita. Jangankan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsa kemudian kembali lagi yang dilakukan dalam semalam, jika ada yang yang lebih mustahil daripada itu, akulah orang yang pertama mempercayainya. Karena dia Rasulullah. Tidak ada keraguan pada Muhammad SAW!”.

Sontak, penduduk Makkah tercengang dengan pernyataan Abu Bakar. Mereka yang tadinya murtad kembali beriman. Mereka yang tadinya tidak percaya, berbalik mempercayainya dan kemudian masuk Islam. Perisitiwa ini bukan hanya menguji umat Islam tapi juga memantapkan keislamannya.

[Epilog]

Bersyukurlah, atas nikmat iman yang kita nikmati sampai hari ini dan ingatlah sulitnya perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW. Sungguh, dakwah Nabi Muhammad, pada awal hingga akhir, memang sangat berat untuk dilakukan. Namun beliau tabah, dan terus melankah. Cinta beliau pada kita tiada tara.

Kita kembali bertemu pada momen Isra Mi’raj. Mari sejenak merenung mengenai perjuangan Nabi Muhammad SAW, utamanya terkait dengan peristiwa bersejarah ini; betapa yang memantapkan kita di jalan Islam adalah iman, hal yang berat dijaga karena dibenturkan pada kenyataan yang berat pula.

Dan jangan lupa, seorang sahabat adalah mereka yang selalu hadir bagi kita utamanya ketika kita kesulitan, dimana tak ada yang mau mempercayai perkataan/cerita kita. Sambut 27 Rajabmu dengan shalawat dan doa!

Comments
Loading...