Tentang Poligami, Khuluq, dan Thalaq

Poligami tidak asing lagi di masyarakat Indonesia. Dalam Kitab Fathul Qarib dijelaskan bahwa wajib menyamakan pembagian jatah bagi seorang laki-laki yang mempunyai banyak istri. Beberapa hal mengenai poligami dalam kitab Fathul Qarib juga dijelaskan antara lain :

  1. Ketika seorang laki-laki mempunyai  istri lebih dari satu, maka wajib adil dalam aspek nafkah, harta, benda, dan waktu.
  2. Haram mengumpulkan 2 istri dalam satu rumah tanpa adanya ridho dari mereka, karena akan menimbulkan pertikaian di dalam rumah tangga. Boleh satu rumah kecuali sama-sama ridho satu sama lain, tetapi  apabila tidak ada yang ridho maka dipisahkan.
  3. Istri yang dipoligami itu bisa menarik suami masuk neraka.
  4. Suami tidak boleh masuk kamar istri pada waktu yang bukan jatahnya kecuali ada sebab. Misalkan mampir ke rumah istri satu karena sakit.
  5. Ketika suami punya banyak istri dan ingin bepergian, maka perlu diundi dan laki-laki harus konsisten dalam undiannya.
  6. Apabila ada suami yang memiliki 2 istri kemudian menikah lagi dengan wanita baru (perawan), maka boleh mengkhususkan istri barunya selama 7 hari bertuturut-turut. Misalkan hari ke- 6 ada urusan, maka harus menggganti kekurangannnya. Sedangkan untuk istri baru (janda) maka selama 3 hari berturut-turut.
  7. Protesnya atau ngambeknya istri, ada 3 langkah yang harus dilakukan laki-laki. Pertama kali yang dilakukan yaitu harus dinasehati. Apabila diabaikan, maka laki-laki meninggalkan dulu atau membiarkan istrinya tenang selama 3 hari (tidak tidur seranjang) tidak boleh lebih. Kalau sudah ditinggal dan masih ngambek, maka ditinggal 3 hari lagi dan dipukul seperti memukul anak untuk sholat. Syarat memukulnya yaitu tidak menimbulkan bekas, tidak sampai menjelekkan, dan tidak sampai memar. Kesunahan apabila memukul istri yaitu dengan tangan atau alat. Alat standarnya seperti siwak dan jika dengan tangan, syaratnya tidak sampai membuatnya memar.

Berikutnya dalam kitab Fathul Qarib juga dijelaskan mengenai khuluq. Khuluq adalah kondisi perempuan meminta cerai kepada suami yaitu dengan membayarkan uang atau mahar yang diminta oleh suami sesuai kesepakatan. Apabila seorang istri meminta khuluq, maka maksimal khuluk adalah seperti mahar ketika nikah. Dalam pelaksanaan khuluq wajib disertai saksi. Khuluq dapat terjadi ketika perempuan merasa suaminya tidak mampu menjadi imam atau dalam kata lain perempuan merasa di-dzalimi, tidak diberi nafkah, atau kondisi yang membuatnya tersiksa baik dhohir atau batin. Tetapi apabila tidak ada alasan syar’i, misalkan berkeinginan menikah lagi. Kemudian tiba-tiba istri meminta khuluk, maka hukumnya tidak boleh/haram.

Kemudian dalam kitab Fathul Qarib juga dijelaskan juga mengenai thalaq. Secara fiqih hukum thalaq adalah sah, tetapi secara hadist  sangat dibenci oleh Allah SWT karena thalaq pada dasarnya adalah memutuskan silaturrahim. Alasan seseorang untuk mengaplikasikan konsep thalaq ada beberapa sebab. Apabila laki-laki memandang perempuan tidak patuh/tidak nurut dalam syariat, misalkan disuruh sholat tidak mau, zakat tidak mau, dan sebagainya. Kemudian laki-laki mengucapkan cerai selama 3 kali dalam satu waktu. Maka hal tersebut sudah termasuk thalaq bain, tidak bisa rujuk dan harus menikah lagi. Lafal thalaq ada dua yaitu shorikh dan kinayah. Shorikh merupakan lafal yang diucapkan secara jelas. Ada 3 kata utama dalam lafal shorikh yaitu “saya ceraikan kamu”, “saya ingin pisah”, dan “saya ingin membebaskan kamu”. Apabila melafalkan dalam keadaan sadar maka thalaqnya dihitung sah. Apabila melafalkan karena terpaksa maka tidak sah. Sedangkan lafal kinayah merupakan lafal yang dikiaskan atau diksinya diubah. Misalnya seorang laki-laki berkata kepada istrinya “saya pulangkan kamu ke rumahmu” dan maksud dari laki-laki tersebut adalah untuk menceraikan. Maka hal tersebut dihitung thalaq.

Sumber : Kajian Online Kitab Fathul Qarib – Bab Poligami (KMNU IPB)

Comments
Loading...