KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

Sinergi KMNU di Serambi Mekkah Berbuah Berkah

“Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap santriku. Siapa yang jadi santriku saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya”

(KH. Hasyim Asy’ari)

Sinergi KMNU di Serambi Mekkah Berbuah Berkah

Silaturrahmi dalam Majelis Ngopi bersama Kader Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Peserta MTQ Mahasiswa Nasional XVI di Masjid Baitul Mustaqim, Kompleks Mahasiswa (KOPELMA) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Alhamdulillah turut hadir perwakilan dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Udayana Denpasar, Politeknik Negeri Lampung, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan beberapa kampus lainnya.

Dalam diskusi ini kami sharing informasi tentang pengalaman dakwah di kampus-kampus, strategi dakwah yang Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM), serta tantangan dakwah di kampus.masing-masing.

Menarik memang berdiskusi dengan pegiat Nahdlatul Ulama di kampus-kampus yang notabene mayoritas di bawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini. Rintangan yang dihadapi mungkin berbeda, dengan problem yang terjadi dibanding kampus-kampus lain seperti yang tergabung Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atau Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS).

Sinergi KMNU di Serambi Mekkah Berbuah Berkah

Namun dari sharing pengalaman tentang bagaimana membumikan dakwah ahlus sunnah wal jamaah an-Nahdiyah, memang menemui banyak rintangan namun dengan semangat hal itu justru menjadi tantangan.

KMNU sejauh ini telah membangun jaringan di banyak perguruan tanah air. KMNU telah banyak merekrut kawan-kawan yang bersama mendakwahkan Islam Rahmat lil Alamin. KMNU juga memberi peluang bagi siapapun dari golongan manapun untuk berdiskusi, ngopi dan rekreasi.

Kami ingin kedepan berjalan bersama, meskipun harus berangkat dari organisasi berbeda, namun kita berada dalam Tuhan yang sama, Rasul yang sama, dan kitab suci yang sami. Karena kami hidup di negeri tumpah darah Indonesia, maka kami ingin mempersembahkan yang terbaik bagi Indonesia yang berbhinneka tunggal Ika ini.

Semoga spirit di awal bulan kemerdekaan ini menjadi titik tolak membangun persatuan yang sempat tercerai berai. Kita ingin bersama membangun Indonesia menjadi negeri baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Karena perbedaan bukan menjadi membuat kita berpecah belah namun justru harus menjadi sebuah rahmat.

Sebagaimana nasehat yang disampaikan Founding Father Nahdlatul Ulama Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari

“Jangan jadikan perbedaan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja”

Banda Aceh, 1 Agustus 2019

Yusran

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

You might also like
Comments
Loading...