KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

Semarakkan NU-santara 2018, KMNU Kunjungi Kemenristekdikti – Press Release NU-Santara 2018

Jakarta (25/9) –  Telah berlangsung kunjungan silahturahim KMNU Nasional yang  diwakili oleh Presnas III Teguh Darmawanto, Presnas IV Karimatul Shofia Irsyad, Presnas V Muhammad Pengkuh Wedhono Jati, Ketua Pelaksana NU-santara 2018 A. Pahmi Aziz, dan  beberapa perwakilan KMNU PT, serta didampingi oleh Pembina YPM Salman ITB H. Achmad Nashir Budiman dan H.Hernowo, M.M. ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti).

Kunjungan ini dimaksudkan mengundang Bapak Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D selaku Menteri Riset  Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia untuk hadir pada rangkaian acara kegiatan NU-santara 2018 di Kota Bandung. Perwakilan KMNU Nasional diterima langsung oleh Bapak Abdul Wahid Maktub selaku Staf Khusus Menteri Ristekdikti untuk membantu dalam menyemarakkan Kegiatan NU-santara (NU – Science and Cultural Art Olympiad) ke-2 di Kota Bandung dengan tema “Mengikat Ukhuwah, Merajut Dakwah melalui Lokalitas Budaya Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia” pada Desember mendatang.

Bapak Abdul Wahid Maktub, biasa disapa Gus Wahid, sangat mengapresiasi eksistensi KMNU di lingkup perguruan tinggi. Gus Wahid memberi nasihat kepada perwakilan KMNU untuk selalu menanamkan pada setiap kader KMNU di berbagai perguruan tinggi agar selalu mencintai identitas sebagai orang Islam dan bangga dengan keislamannya serta mengajak berbagai unsur untuk bersama meningkatkan komunikasi-kolaborasi dalam mengenalkan Islam yang damai, ramah dan rahmatan lil alamin.

Tak lupa, dalam silahturahim ini, Gus Wahid yang juga keturunan Syaikhona Kholil Bangkalan mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan NU-santara 2018 dan sangat mendukung para generasi muda ikut serta berkontribusi  membantu pemerintah dalam menangkal paham-paham ekstremisme dan radikalisme di lingkungan Perguruan Tinggi. Masalah utama yang terjadi sebenarnya karena pemahaman Islam yang sempit sehingga kesadaran-kesadaran inilah yang harus kita bangun bersama. Beliau menambahkan perkataan Syekh Qardawi yaitu “Kebangkitan Islam bukan datang dari Bangsa Arab melainkan dari Bangsa Indonesia”. Semoga ditangan adik-adik generasi penerus inilah kebangkitan itu akan ditegakkan kembali.

[Hafidzah Hasri Ainun – KMNU STKS]

Dari kiri ke kanan: Samsu Prassetyo (Depnas 5), Pak H. Achmad Nashir Budiman (Pembina YPM Salman ITB), A. Pahmi Aziz (Ketua Pelaksana NU-santara 2018), Gus Wahid, H. Hernowo MM (Pembina KMNU ITB), Karimatul Shofia Irsyad, M. Pengkuh Wedhono Jati, Teguh Darmawanto  dan Hafidzah Hasri Ainun (Bendahara NU-santara 2018).

 

You might also like
Comments
Loading...