KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

Selamat Hari Lahir, NU-ku!

Oleh: Redaksi

95 tahun, mulai dari 16 Rajab 1344 H sampai 16 Rajab 1439 H, sungguh bukanlah usia yang sebentar. Akan ada rintangan sekaligus harapan Menuju Satu Abad NU: Memperkokoh Ukhuwah Wathoniyah untuk Indonesia yang lebih sejahtera. Selamat Hari Lahir, Nahdlatul Ulama.

Sejarah mencatatkan Nahdlatul Ulama (NU) berdiri sebagai respon kondisi zaman kala itu; pergolakan madzhab yang terjadi di Arab. Ulama nusantara peduli terhadap realitas tersebut, dan setelah melalui proses panjang NU pun didirikan. Kita akan menemukan banyak tokoh yang terlibat dalam memajukan NU, dari awal mula hingga hari ini. NU milik semua yang ikhlas ikut berkontribusi membangun umat dan menjaga Indonesia.

Amaliah yang terus diamalkan orang NU, berdampak kepada tetap terjaganya Indonesia. NU sebagai organisasi besar, berperan menjaga ke-Indonesia-an tanpa harus pamer peran. NU tetap berpegang teguh pada prinsipnya hingga hari ini. Tawasut, tasamuh dan tawazun diperlukan untuk mawas diri, menjadi pegangan untuk bisa bersikap tepat di tengah Indonesia yang bergejolak tumbuh.

Menjaga tradisi NU tidaklah mudah. Setiap hari selalu ada gangguan untuk melunturkannya. Menjaga NKRI juga tidak mudah. Saban hari negara selalu dirongrong luar dan dalam, diminta cerai saja. Kita tidak mungkin lupa tradisi NU atau membiarkan NKRI bubar. Sebab, bila keduanya kejadian, kita tidak siap kehilangan jati diri dan kebingunan kemana rumah tinggal.

Buatlah harimu selalu memikirkan NU dan Indonesia. Sibukkan dirimu dengan amaliah dan tradisi NU, selalu peduli akan NKRI. NU dan Indonesia itu identik; didalamnya ada keberagaman tapi tidak bermusuhan, dan keduanya sama-sama bertanggung jawab atas orang banyak. Jaga dan kembangkan NU, niscaya akan kuat pula Indonesia. NU Kuat, Indonesia jaya.

You might also like
Comments
Loading...