KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

Sekolah Organisasi #2: Manajemen Organisasi

Sekolah Organisasi #2 diisi oleh M Retas Aqabah Amjad (Ketua BEM Teknik UGM 2016). Ka Retas (begitu ia biasa dipanggil), menyampaikan materi Manajemen Organisasi yang disampaikan dengan epik dan apik.

Perkembangan zaman seperti teknologi komunikasi memiliki sumbangsih yang besar dalam perjalanan organisasi. Jika menilik masa lalu, untuk mengadakan suatu pertemuan diperlukan undangan melalui pos atau door to door, sekarang dalam waktu singkat pertemuan bisa saja dibatalkan.

Maka dari itu, pola komunikasi juga harus mengalami perubahan, selain menyesuaikan teknologi, kita juga harus melihat bagaimana tipe tiap orang yang ada di dalam organisasi. Dengan terbuka lebarnya keran informasi, setiap hari selalu banyak info yang masuk ke dalam suatu grup organisasi di media sosial macam line, WA, dsb, sementara ada yang tiap waktu stay dengan alat komunikasinya, ada yang tidak. Ada yang membaca semua pesan masuk dengan cermat, ada juga yang langsung menscrollnya kebawah karena berbagai alasan. Bisa dipastikan, sering terjadi miskomunikasi dalam organisasi tersebut jika komunikasi yang disampaikan hanya dilempar lewat grup tanpa personal message ke masing-masing anggota. Hal inilah jika tidak ‘diaruhke’ atau diperhatikan, akan menjadi masalah besar di kemudian hari.

“Yang kekal adalah perubahan itu sendiri”

Masih ingat tentang cerita Kodak vs Fujifilm? Ya, di era 80 dan 90an, kodak adalah perusahaan terbesar di bidang fotografi, produknya laku dan ada dimana-mana, seperti AppleSamsung dan Sony pada masa sekarang. Kodak dengan kamera analog dan klise atau foto negatif yang harus dicuci terlebih dulu agar bisa dicetak, kini sudah sangat jarang kita temui, paling memungkinkan ada di museum atau toko barang antik.

Apa penyebabnya? Penyebabnya adalah mereka enggan untuk berubah. Saat seorang staff-nya yang bernama Sasson melakukan eksperimen dan berhasil membuat kamera digital yang kemudian diajukan kepada jajaran direksi, mereka menolaknya, mereka bersikap arogan dengan mengatakan bahwa Kodak akan tetap laris dengan kamera analog hingga beberapa puluh tahun kemudian.

Karena ditolak oleh jajaran direksi, maka Sasson akhirnya menjual penemuannya kepada Fujifilm yang kemudian memasarkan kamera digital tersebut dengan hasil penjualan yang terus meningkat. Tak berlangsung lama, Fujifilm pada akhirnya berhasil menggeser Kodak sebagai penguasa bisnis fotografi pada era itu (awal 2000an).

Apa pelajaran yang bisa diambil? adalah berubah untuk terus lebih baik dari waktu ke waktu dengan inovasi-inovasi yang sesuai dengan zaman.

“Hidup itu seperti naik sepeda. Untuk mempertahankan keseimbangan, bergeraklah.”

-Albert Einstein-

Mulailah dengan WHY, lalu apa dan bagaimana?

Sejak awal kepengurusan, setiap elemen organisasi harus menjawab pertanyaan WHY atau MENGAPA. Mengapa organisasi ini harus ada? Mengapa harus organisasi ini yang eksis, bukan yang lain? dsb. Pertanyaan-pertanyaan sejenis inilah yang akan memberikan niat, menyadarkan dan menjaga semangat dalam berorganisasi. Pertanyaan dengan jawaban yang akan membuat segala sesuatu yang dilakukan menjadi menyenangkan serta semangat yang senantiasa terjaga meski mengalami masa- masa sulit di tengah perjalanan.

Setelah WHY, pertanyaan selanjutnya adalah apa dan bagaimana.

Organisasi ini ingin kau jadikan seperti apa?

Setiap organisasi didirikan dengan tujuan yang baik. Organisasi yang baik adalah organisasi yang maslahat, yang mementingkan kepentingan kelompok di atas kepentingan individu. Organisasi itu ibarat sebuah bangunan, masing-masing bagiannya saling menguatkan sehingga setiap elemen organisasi harus memahami perannya. Paham apa yang menjadi tanggung jawabnya. Kepahaman inilah yang membuat pelaku peran akan merasa penting atas peran yang dia terima, yang bisa menjadi motivasi tersendiri.

Organisasi ini ingin dikenang seperti apa?

Berkontribusi dalam organisasi ada masa-nya, tinggalkan hal baik untuk organisasi sebelum masa-mu berakhir, bisa berupa program kerja, prestasi, maupan materi yang didapatkan dengan cara yang halal. Tinggalkanlah warisan yang dapat dikenang dan dipertahankan karena kebermanfaatannya.

Jadilah manusia yang datangnya membahagiakan, kehadirannya dirindukan, dan keberadaannya memberikan manfaat

Bagaimana cara mengelolanya?

Setelah pertanyaan mengapa dan apa terjawab, langkah selanjutnya adalah bagaimana, berikut hal yang perlu diperhatikan oleh segenap anggota dalam organisasi.

Change your mindMerubah pola pikir yang kuno mengikuti perkembangan zaman.

Write your rolesPastikan mengetahui peran di dalam organisasi. Jangan sampai tidak ada beda setelah mengikuti organisasi dengan sebelum mengikuti organisasi tersebut.

Maximize your rolesMemaksimalkan peran yang dimiliki sesuai dengan prioritas masing- masing.

Make your step specificallyMerangkai langkah yang spesifik dan nyata dilakukan.

Evaluate-appreciate-repeatMengevaluasi setiap program, yang bagus diapresiasi, yang belum bagus diulang atau diberi hukuman kalau perlu.

“Think Big -> Start Small -> Move Fast -> Act Now -> Evaluation”

Awali dengan sesuatu yang besar (niat), lalu mulai dengan hal-hal kecil namun istiqomah (meski kecil, jika dilakukan dengan peningkatan yang nyata (progresif) dan tidak menundanya, makan efeknya akan luar biasa). Kemudian, jangan kebanyakan menimbang, yang penting dilakukan terlebih dahulu, baru evaluasi menyusul kemudian. (Fatimah Puspitasari dan Fajrul Falah Farhany/acp)

Sumber Gambar: http://www.iiebmalumni.com/wp-content/uploads/2014/02/organisation1.jpg

You might also like
Comments
Loading...