Sarung Nyentrik

Sarung merupakan sepotong kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya sehingga berbentuk seperti pipa .Kain Sarung selalu identik dengan kyai dan santri yang ada dalam sebuah pesantren. Identitas ini sudah ada sejak sebelum kemerdekaan. Pada masa penjajahan, kain sarung tidak hanya digunakan untuk yang sifatnya ibadah seperti salat, ngaji, dan lainnya tapi juga menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan yang menimpa negeri ini. Hal ini dikemukakan dalam Seminar Nasional Sarung Nusantara yang digelar Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU, Kamis (6/4) di Gedung PBNU Jakarta bertajuk Sarung sebagai Identitas Budaya Indonesia.

Di perkembangan zaman ini sudah banyak berbagai macam jenis sarung yang memiliki daya tarik masyarakat baik laki -laki,  perempuan,  tua,  muda bahkan anak-anak. Sarung mejadi pakaian identik  dengan momen bahagia di hari besar Islam. Prof. Dr. (H.C.) K. H. Ma’ruf Amin yang sempat menjabat sebagai ketua NU wilayah Jakarta periode 1966-1967 menjadi sorotan publik saat beliau mendaftarkan diri bersama   Ir.H.Jokowi ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (10/8/2018). Beliau tampil dengan sarung songket hijau bermotif, dan ikat pinggang coklat untuk mengeratkannya. Beliau tampil dengan sarung sebagai ciri khasnya.  Sarung ternyata sudah menjadi ciri khasnya sedari dahulu.

Para desainer kenamaan Indonesia, seperti Iwan Tirta, Ghea Panggabean, Asmoro Damais, Afif Syakur dan Carmanita, telah menyesuaikan dan mendaur ulang banyak motif dari seluruh Indonesia. Tak jarang, sarung juga menjadi dress code pada pesta mewah dan menjelma menjadi sesuatu yang eksotis dan modis. Sarung  kini nampaknya telah menjadi pakaian yang menyatukan seluruh Bangsa Indonesia.

Disusun oleh: Supriyatin (KMNU UNILA)

Comments
Loading...