KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

Prof Maksum: KMNU Harus Melestarikan Tradisi an Nahdliyah dan Menghidupkan Kemandirian Ekonomi

Semarang, KMNU On line

Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum Machfoedz, M.Sc., selaku waketum PBNU berkesempatan rawuh dalam seminar nasional yang diselenggarakan dalam rangkaian acara munas ke-III KMNU Nasional pada Ahad (22/01). Pada kesempatan ini beliau menyampaikan materi bersamaan dengan Gus Adib Bisri Hattani (keponakan Gus Mus) dan Prof. Dr. Yos Johan Utama,S.H, M.Hum (Rektor UNDIP). Beliau menyampaiakn materi terkait NU dan karakter kebangsaan. Menurut beliau, kedua hal ini sangat signifikan dengan nilai-nilai spiritual.

Pada awal penyampaiaannya beliau menekankan perlunya mainset kader-kader NU dalam pengembangan NU kedepannya. Perkembangan dan pengembangan NU kedepan bergantung dari potensi kader NU dan perlunya pola pemikiran untuk mengembangkan NU, terutama dalam membuat corak berbeda (tanpa meninggalkan amaliyah NU) dalam pengembangan NU bila dibandingkan dengan ormas lainnya.

Selain itu, beliau berpesan kepada KMNU agar senantiasa melestarikan tradisi an nahdliyah dan menghidupkan kemandrian ekonomi.

“KMNU tidak hanya sebagai organisasi yang melestarikan tradisi an nahdliyah melainkan menghidupkan kemandirian ekonomi” pesan beliau. Dengan adanya kemandirian ekonomi maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang sejahtera dan mampu berswasembada dalam tantangan global ini.

Prof. Maksum juga menyampaikan bahwa ahlussunah wal jama’ah an nahdliyah harus memenuhi 5 pilar, yaitu: shidiq, amanah, al ‘adalah, al istiqamah. Dari sana memunculkan khittah Nahdliyyah : tahtiiqu ‘alaa kutubi Ahlussunah waljama’ah. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan moderasi NU (tawasuth)  yang berkaitan erat dengan keberagaman, perekonomian, politik dan hankamnas, sosial budaya, dan lingkungan hidup. (Widia/Etha)

You might also like
Comments
Loading...