KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

PECI GUS DUR, ESTAFET JOKOWI BUNGKAM KHILAFAH

PECI GUS DUR, ESTAFET JOKOWI BUNGKAM KHILAFAH

Oleh: Ninoy Karundeng

Peci Gus Dur adalah pesan estafet Jokowi bungkam khilafah. Ternyata, jejak Gus Dur ada dalam Jokowi.  Jokowi ditakdirkan oleh Allah SWT, mengikuti garis nasib Gus Dur. Ternyata, Jokowi sering mengunjungi Gus Dur. Gus Dur mempengaruhi Jokowi. Pro orang kecil. Karena Jokowi mengalami sendiri hidup serba kekurangan, bahkan tinggal di kawasan kumuh. Bantaran kali.

Kepada Jokowi, Gus Dur banyak bercerita tentang Iraq, di Mesir, dan tentu di Arab Saudi. Petualangan memahami agama Islam. Peradaban Islam. Timur Tengah. Keluhuran Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Jokowi belajar tentang Islam yang benar. Kaffah. Islam moderat. Bukan Wahabi. Bukan Ikhawanul Muslimin. Tausiah Gus Dur membuat Jokowi lebih memahami Islam.

Gus Dur pun melihat Jokowi sebagai orang yang tawadhu. Rendah hati, berjiwa besar. Ada energi besar dalam Jokowi. Instink politik Gus Dur hampir tidak pernah salah. Selain tentang Jokowi, juga tentang Ahok.

Gus Dur yakin Jokowi jadi orang besar. Ibu Shinta Nuriyah juga tahu itu. Pada 2014, Jokowi sowan ke keluarga Gus Dur, dia dihadiahi peci Gus Dur. Simbol estafet perjuangan ke Jokowi. Keluarga Gus Dur kompak. Alissa. Yenni. Setuju. Mereka dukung Jokowi.

Secara spiritual, Jokowi belajar dari Gus Dur. Kesabaran Jokowi diuji terpaan fitnah dan hoaks. PKI. Hinaan keturunan China. Cacian sebagai antek asing dan aseng. Dihinakan dengan meme-meme binatang, muka dipermak. Jokowi lebih banyak sabarnya, dibanding kejengkelannya.

Menjadi Presiden RI, Jokowi teringat pesan Gus Dur. Jokowi bakal dimusuhi. Karena Jokowi membela Pancasila. Pluralisme. Menghancurkan khilafah. Dalam perjuangan kampanye Pilpres 2019, Jokowi dimusuhi. Namun, ingatan spiritualisme ajaran Gus Dur bagi Jokowi tetap menggelora.
Di tengah hiruk-pikuk Pilpres 2019, pesan spiritual Gus Dur menggema. Mengulang jejak 2014. Kampanye terakhir di GBK, debat Pilpres, dan umroh ke Makatul Mukarromah (Mekah) dan Madinatul Munawaroh (Madinah). Jokowi dan keluarga berserah diri kepada Allah SWT.

Dubes Indonesia untuk Arab Saudi pun bekerja keras. Agus Maftuh Abegebriel pun berhasil. Dia mengantarkan Jokowi jadi tamu agung Raja Salman dan penguasa de facto: Muhammad bin Salman (MBS).

Ternyata Jokowi tidak hanya menjadi tamu agung Raja Salman. Tukang kayu itu menjadi tamu Allah SWT. Orang sederhana itu mendapatkan karomah dan syafaat dari gurunya: Gus Dur. Menjalani ajaran Gus Dur, Jokowi, Iriana, dan dua anaknya Kaesang, dan Gibran, diberi kesempatan untuk masuk ke Kakbah. Di dalamnya, Jokowi dan keluarganya menyaksikan Kakbah. Kakbah adalah ruang kosong di dalamnya. Berdiri di dalamnya tiga tiang menopang. Bukan hanya itu,  Kakbah adalah salah satu tempat dengan energi terbesar dalam sejarah manusia. Kakbah yang dulunya sebelum kedatangan Islam adalah tempat peribadatan penuh berhala. Ratusan berhala disingkirkan karena kedatangan Islam, agama monoteisme, ajaran kelanjutan Abraham, Musa, Isa. Maka semua berhala, seperti tersebut dalam Kitab al-Asnam tulisan Al Anazi Abu Ali, termasuk Dewi Cantik Uzza, dan dua dewi perempuan lainnya Latta dan Manat, dihancurkan.

Di tempat dengan energi besar, gigantium itu, Jokowi berdoa. “Selamatkan Indonesia ya Allah! Selamatkan Indonesia ya Allah. Selamatkan Indonesia ya Allah. Amin.” Doa Jokowi itu dilakukan juga di The Green Dome – Kubah Hijau di Kompleks Masjid Nabawi Madinah.

Di dalam Al Qubah Al Khudra, the Green Dome, tempat Rasulullah Muhammad SAW dikuburkan. Yang luar biasa pula. Iriana adalah satu-satunya perempuan yang pernah masuk ke Makam Rasulullah SAW, tidak juga putri-putri Arab Saudi. Iriana Jokowi. Suatu karunia yang luar biasa besar secara spiritual.

Sepulang di Tanah Air, Jokowi tampak makin santai. Tak disangka, tukang kayu yang belajar dan mendengar Gus Dur itu, telah melebihi catatan Gus Dur. Pemimpin Dunia, hanya Jokowi yang pernah masuk ke Makam Rasulullah SAW, bersama istri dan dua anaknya.

Jokowi pun meneruskan jejak Gus Dur untuk menghancurkan khilafah. Mengajarkan ajaran Islam yang benar. Islam rahmatan lil alamin. Pluralisme. Bermula dari hadiah Peci Gus Dur untuk Jokowi.

Sumber: @brigade.nu

You might also like
Comments
Loading...