Memaknai Samudera Falsafah Jawa “Migunaning Tumraping Liyan”

Semboyan “Migunaning tumraping liyan” merupakan salah satu dari sekian banyak nilai falsafah Jawa yang dianut oleh masyarakat terutama di desa tempat saya tumbuh dilahirkan. Sebuah kalimat yang mudah diucapakan, namun mungkin saja belum sepenuhnya dilakukan oleh kebanyakan dari kita, atau mungkin banyak dari kita juga yang belum memahami arti dari semboyan ini. Apa sih artinya?

Migunaning tumpraping liyan jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “bermanfaat untuk orang lain”. Dalam ajaran Islam sendiri kita pastilah tidak asing juga dengan salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad ath Thabrani, ad-Daruqutni yang bunyinya “خيرالناس أنفعهم للناس” yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain. Jadi di dalam agama Islam sendiri, kita juga telah diajarkan untuk berbuat baik kepada orang lain, karena menjadi pribadi yang bisa bermanfaat bagi sesama adalah salah satu karakter bagi tiap-tiap muslim, dan manfaat itu tentunya akan kembali kepada diri kita masing-masing dikemudian hari. Seperti yang dikatakan oleh pepatah yaitu ”من يزرع يحصود’’ barang siapa menanam, maka dia juga yang akan menuai.

Dari sini kita jadi mengetahui betapa nenek moyang tedahulu telah meninggalkan banyak sekali ajaran bermanfaat dan memiliki nilai yang luhur kepada kita para generasi penerusnya. Mulai dari hal yang remeh temeh hingga semua urusan yang menyangkut tentang orang lain. Kita harus bangga bisa menebar manfaat, meskipun kebaikan yang kita lakukan sangat kecil di luar sana, mungkin bisa jadi memiliki makna yang besar bagi orang lain, itulah makna berguna bagi sesama.
Saatnya berkolaborasi bagi kebaikan bersama, bravo !

Disusun oleh: Alaina Fatha Nabila (KMNU UIN Sunan Kalijaga)

You might also like
Comments
Loading...