KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

Masa Depan Bersama KMNU

Rasanya saya seperti melihat masa depan yang menyenangkan di Masjid Salman ITB kemarin siang itu. Berada di tengah-tengah intelektual muda dari berbagai kampus, yang tengah studi berbagai ilmu non-agama, yang sebagian bersarung dan berkopiah.
Di tengah hiruk-pikuk Pilkada, senang bisa satu forum dengan Ajengan Chobir dari Cipasung yang sudah lama tak bersua, berbagi pengalaman dengan adik-adik KMNU yang penuh semangat untuk terus menambah ilmu, bicara soal moralitas dan bela negara.
“Apa kegiatan rutin kalian?” tanya Ajengan Chobir kepada panitia yang menjamu kami di ruang tunggu.
“Menjaga tradisi pesantren, Pak. Kami tahlilan, debaan, marhabaan, mengaji kitab kuning. Dan diskusi-diskusi.”
Jadi ingat Cak Nur, bahwa pesantrenlah yang seharusnya jadi kampus-kampus besar Indonesia di kemudian hari, sebagaimana terjadi di Eropa, kampus-kampus hebat mereka sekarang berasal dari sistem pendidikan agama di masa lalu.
Sungguh, jawaban yang datar dari anggota KMNU itu tetiba menghamparkan bayangan yang indah buat saya.
Kang Iip Dzulkifli Yahya
salah satu pembicara pada Seminar Nasional yg merupakan rangkaian acara Nusantara Leadership Camp 2016, Ahad 16 Oktober 2016, Masjid Salman ITB
You might also like
Comments
Loading...