KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

“Maaf, Saya Tidak Tahu”

Suatu ketika Imam Malik pernah ditanya 40 pertanyaan oleh orang yang datang jauh dari Afrika Utara. Namun, dari 40 puluh pertanyaan yang dibawa, Imam Malik hanya bisa menjawab 6 pertanyaan. Sedangkan sisanya dijawab, “Tidak tahu. “

Yang bertanya pun kecewa lalu berkata: “Saya datang kepadamu dari tempat ini dan itu (jauh) lalu engkau berkata, ‘Tidak tahu’??

Imam Malik pun berkata: “Ya, naiklah tungganganmu, kembalilah ke kampungmu dan katakanlah kepada orang-orang di sana, ‘Aku bertanya kepada Malik, tapi ia menjawab, ‘Tidak tahu! ‘”

Imam Asy-Sya’by pernah ditanya tentang sesuatu, beliau menjawab: “Saya tidak tahu”. Orang yang bertanya pun berkata, “Apakah engkau tidak malu mengucapkan tidak tahu, padahal engkau seorang ahli fiqih di negeri Irak? ” Asy-Sya’by menjawab: “Untuk apa saya malu? Padahal Malaikat saja tidak malu untuk berkata: ‘Tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau (Allah) ajarkan kepada kami. “

Suatu hari ada seorang yang bertanya kepada sahabat Nabi, Abdullah bin Umar, tentang satu permasalahan. Ibnu Umar menjawab, “Aku tidak mempunyai ilmu tentang hal itu. ” Ketika laki-laki itu pergi, Ibnu ‘Umar berkata : “Sebaik-baik yang dikatakan Ibnu ‘Umar saat ditanya tentang sesuatu yang tidak ia ketahui adalah berkata: ‘Aku tidak mempunyai ilmu tentang hal itu. ” (Riwayat Ad-Darimi).

Imam Malik berkata: “Rasulullah SAW  adalah imamnya kaum muslimin dan pemimpinnya umat manusia, jika beliau ditanya tentang sesuatu, maka beliau tidak menjawab sampai datangnya wahyu dari langit.” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah).

Di zaman sekarang ini seringkali kita temui sosok manusia yang dapat menjawab segala pertanyaan walaupun sebenarnya jawabannya banyak yang salah atau orang Indonesia biasa menyebutnya dengan istilah sok tahu. Manusia sok tahu ini terkadang menjawab dengan penuh keyakinan bahkan dalam masalah yang berkaitan dengan agama, seolah olah ia mendapatkan ilham dari langit tanpa melalui proses belajar atau mengaji.

Mengatakan saya tidak tahu tidak lantas menjadikan diri hina atau bodoh namun sebaliknya, yang demikian dapat menjadikan seseorang mulia karena mengakui keterbatasan dan kekurangan diri, karena hakikatnya yang Maha Mengetahui adalah Allah, manusia hanya dipinjami ilmu itupun sangat sedikit.

Akhlak yang ditunjukkan oleh Nabi, para sahabat Nabi dan para ulama terdahulu sudah seharusnya menjadi teladan bagi kita semua, belajar untuk tidak malu menjawab “maaf, saya tidak tahu” jika memang tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut apalagi jika hal tersebut menyangkut permasalahan agama. Sikap ini akan membuat hati lebih terjaga dari sifat sombong, sifat yang bisa mencampakkan kita dari sisi-Nya.

Penulis pun sering kali ditanya mengenai jodoh atau kapan nikah? Lalu penulis jawab

“kenalin dong dengan wanita baik nan anggun”.

(Bukhori Zainun/DK)

 

You might also like
Comments
Loading...