Kiat Glowing Lahir Batin

Glowing artinya berkilauan, tujuan utamanya adalah untuk menghias diri agar tampil lebih baik karena di zaman sekarang glowing merupakan parameter seseorang agar terlihat bagus secara fisik.

 Menjadi glowing sangatlah penting namun bukan dalam arti lahiriyah saja tapi juga secara bathiniyah. Secara lahiriyah, sebenarnya di agama Islam sendiri sudah ada tuntunan agar glowing lahir batin yaitu mengikuti aturan agama Islam. Seperti dalam hadist “Kebersihan itu sebagian dari iman”. Hal tersebut merupakan bentuk glowing secara tidak langsung yang sudah diterapkan sejak kecil sampai sekarang. Sedangkan secara bathiniyah, glowing berarti ikhtiar, tawakkal, dan sabar. Hal pertama yaitu percaya dengan nilai-nilai Islam yang bukan hanya sekedar dalam wawasan saja, tetapi juga diterapkan dalam perilaku seperti ikhtiar dan berusaha keras untuk menyukseskan acara.

Menjadi glowing dapat dimulai dari diri sendiri, hal-hal terkecil, kemudian orang lain. Hal terpenting yaitu harus percaya dan yakin nilai nilai dalam Islam, insyaAllah bisa glowing lahir batin. Jika ingin glowing, mulai dari hati dibersihkan dari sifat-sifat yang tidak baik, penyakit hati, sifat iri. Misalnya hati sering iri dengki dengan orang lain, maka hati tersebut sudah kotor. Akhirnya efeknya di wajah yang menjadi cemberut dan jarang tersenyum.

Standar fisik (lahiriyah) glowing itu tidak boleh mengganggu orang lain, jangan sampai perilaku fisik membuat orang lain terganggu/ madhorot. Berperilaku secara sederhana saja dengan orang disekitar yang penting tidak menimbulkan madhorot. Sedangkan porsi takaran glowing itu tidak ada standarnya, Allah tidak memandang harta, rupa, tetapi Allah memandang hati. Apakah perlu takaran yang seimbang antara glowing fisik dan batin ? Justru kembalikan lagi ke glowing lahir batin , mana yang akan lebih diprioritaskan? Oleh karena itu, kita merawat tubuh sebaiknya kita niatkan untuk mensyukuri nikmat Allah.

Apabila merasa lebih rendah atau insecure kepada orang lain yang lebih glowing, hendaknya kita tetap bersyukur kepada Allah. Jika urusan dunia lihatnya ke bawah, akhirat lihatlah ke atas.

Kenapa orang Islam menyebut sudut pandang li jamaliha  mengenai standar cantik itu dari putih, mancung, dan glowing? Secara umum perspektif cantik orang-orang beda-beda. Bisa dikatakan seperti Al-Qur’an hadist yang memberikan suatu pesan secara global. Hal tersebut sama seperti kecantikan yang menurut orang satu dan yang lainnya pasti berbeda-beda. Tetapi kenapa cantiknya seseorang itu kebanyakan dari hidung mancung dan kulit putih? Itu menurut perspektif orang kebanyakan. Jika  dianggap li jamaliha itu kecantikan fisik saja, itu akan membuat Islam seperti memandang orang dari luarnya saja. Kecantikan sering didefinisikan dan diungkapkan secara fisik saja (hidung mancung dan kulit putih) sehingga frame seperti terus populer.

Bisa dikiaskan dengan hadist nabi sebagai berikut:

“Tidaklah kaya itu adalah orang kaya hartanya akan tetapi kaya itu adalah hatinya kaya”.

Kaya itu dinamai oleh nabi dalam arti kaya hati, maka jika disamakan dengan kecantikan juga seperti itu. Cantik atau ganteng itu dari hatinya. Jika manusia sudah mati, yang dilihat itu adalah hati. Itu merupakan sikap adil Allah. Allah hanya memandang keimanan, ketaqwaan seseorang dan Allah memuliakan orang yang demikian, bukan dari glowing luarnya.

Jika ingin mencari pasangan, lebih baik untuk mencari pasangan yang sekufu (seimbang) karena jika dengan pasangan yang terlalu tinggi, kemungkinan akan dicaci dan sebagainya atau jika dengan yang terlalu rendah kemungkinan akan kurang bersyukur. Maka dari itu, carilah pasangan yang sekufu, seimbang agar bisa hidup bahagia dan nyaman.

Glowing sangat identik dengan anak muda yang masih menikmati masa-masa mudanya. Masa muda memanglah masa dimana orang-orang masih penuh energi untuk melakukan segala inovasi dan dobrakan ide-ide cemerlang. Masa yang sering disebut masa “keemasan” dimana tubuh masih terasa segar dan dapat beraktivitas dengan lancar. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

“Ketahuilah sesungguhnya agama ini kokoh, masuklah ke dalamnya perlahan-lahan. Janganlah engkau membuat dirimu bosan/ benci beribadah kepada Allah, karena sesungguhnya tanah yang tandus tidak dapat dibajak dan tidak menyisakan apa-apa.”

Hendaknya seseorang menggunakan masa mudanya dengan sebaik-baiknya sesuai yang dikatakan penyair yang berbunyi:

“Tergantung susah payah engkau akan diberikan keinginanmu. Sesungguhnya anugrah oleh Allah akan diberikan apabila engkau bangun malam. Ketahuilah masa muda itu tidak langgeng, akan cepat berlalu.”

“Seberapa kita kesulitan, kita akan memperolehnya, misal kita bekerja, maksud dari susah payah itu bukan kerja fisik tapi juga kecerdasan, kesulitan dalam suatu hal, maka kita akan memperoleh hasil yang sama.”

“Hendaknya ia tidak terlalu memforsil dirinya sehingga ia berhenti dari kegiatannya, tapi sebaiknya ia berlemah lembut dalam hal ini. Karena lemah lembut adalah dasar utama untuk mencapai segala sesuatu.”

Kajian online kitab kuning Ta’limul Muta’allim KMNU Pusat yang digelar pada tanggal 17 Oktober 2020 Alhamdulillah berlangsung dengan lancar. Kajian yang diisi oleh Muh Adib R (Koordinator Kajian Kitab Kuning, Divisi Kajian dan Dakwah, Depnas 5) bersama Kang Hafid (Depnas 4, bagian Pengembangan Organisasi) ini bertema “Kiat Glowing Lahir Batin” yang membahas mengenai cara-cara meningkatkan kualitas diri dari segi lahir maupun batin. Ada pula  pembahasan tentang tekun dan semangat. Poin-poin penting tentang tekun dan semangat dalam kitab kuning Ta’limul Muta’allim dirangkum secara singkat sebagai berikut:

  1. Jadikan malammu sebagai sarana untuk mencapai apa yang engkau angan-angankan, seperti berdoa, tahajud, dan merenung kepada Allah karena insyaAllah suasana pada malam hari tepat untuk berfikir.
  2. Sedikitkan makan agar engkau bisa belajar dan tidak mengantuk saat belajar.
  3. Dikatakan barang siapa malamnya berjaga tidak tidur saja, maka siang harinya ia akan memperoleh kebahagiaan. Misalnya ada masalah, malamnya kita tahajud, merenung, insyaAllah kita akan mendapatkan petunjuk dari Allah.
  4. Sebaiknya murid mengulang-ngulang, konsisten dalam belajar. Sesungguhnya waktu antara maghrib dan isya’ dan waktu sahur merupakan waktu yang paling diberkahi. Hendaknya di waktu malam hari kita gunakan untuk urusan akhirat, seperti ibadah, belajar, mendekatkan diri kepada Allah. Dan di waktu siang kita gunakan untuk keperluan dunia.
  5. Wahai pencari ilmu, tetapkanah dirimu untuk wira’i, jangan banyak tidur dan kenyang atau banyak makan. Istiqomahkan dalam mempelajari ilmu, jangan terputus-putus dalam belajar, karena ilmu akan menjadi tetap dan bertambah ketika kita mutholaah, murojaah (sebaiknya dengan teman agar kita bisa berdiskusi) atau dengan mengajar dan mengamalkan agar kita dapat belajar lagi.
  6. Sebaiknya seorang murid memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu karena seseorang akan terbang bersama semangatnya seperti seekor burung yang terbang dengan kedua sayapnya.

Selain poin-poin di atas, juga terdapat pesan dari nabi Muhammad SAW dan Syekh Abu Toyyib mengenai tekun dan semangat. Nabi Muhammad SAW:

“Dirimu adalah kendaraanmu, maka berlemah lembutlah kepadanya.”

Kemudian disambung dengan pesan dari Syekh Abu Toyyib yang berbunyi:

“Tergantung dari semangat seseorang datangnya semangat itu, dan tergantung kemuliaan seseorang datangnya kedermawanan itu. Yang kecil akan menjadi besar di mata orang kecil.”

Mengenai kiat-kiat glowing lahir batin, apa yang dipelajari dari kitab-kitab, yang disampaikan oleh guru-guru kita, hendaknya diterapkan. InsyaAllah apabila yakin, totalitas dalam menerapkan, akan diberi keberhasilan yang memuaskan. “Glowingkan hatimu, batinmu insyAllah lahirmu akan ikut glowing”.

Sumber : Kajian online kitab kuning Ta’limul Muta’allim KMNU Pusat tanggal 17 Oktober 2020

You might also like
Comments
Loading...