Kajian Kitab Kuning Ta’limul Muta’allim: Hal-hal yang dapat Memperkuat Hafalan dan Hal-hal yang Mendatangkan Rezeki serta yang Menghambatnya

Bab Hal-hal yang dapat Memperkuat Hafalan

Menuntut ilmu dapat menghilangkan kesusahan dan kesedihan seperti yang dikatakan dalam qasidah Syaikh Nasar bin Hasan Mirgani:

“Wahai Nasar bin Hasan perhatikanlah seluruh ilmu yang terembunyi, itulah yang dapat menghilangkan kesedihan, sedang yang lainnya tidak dapat dipercaya.”

Dengan kita selalu belajar, memperoleh ilmu, insyaallah kesedihan akan mudah hilang. Misal kita paham ilmu tentang cara tidak sedih, yaitu dengan berdzikir kepada Allah, maka itu akan membuat sedih kita hilang.

Syaikh Imam Najmuddin dalam syairnya:

Salam buat orang mengikatku dengan kecantikan, kilatan pipi dan lirikan matanya, aku terlena oleh gadis yang manis dan cantik. Tapi aku katakan “Tinggalkanlah aku dan jauhilah aku karena aku terbuai untuk menuntut ilmu dan mendalaminya.” Dalam menuntut ilmu dan mencari kemuliaan, aku telah puas daripada nyayian biduan wanita dan kecantikannya.

Orang yang berilmu akan diuji dengan wanita. Ketika kita kuliah, mondok pasti akan dihadapkan dengan wanita. Kalau istilah bunga itu lagi mekar-mekarnya. Seperti yang dicontohkan oleh Imam Najmuddin, beliau meninggalkan hal-hal seperti itu demi ilmu, demi keutamaan dan ketakwaan ilmu.

Bab Hal-hal yang Mendatangkan Rezeki serta yang Menghambatnya

Wajib bagi pencari ilmu mengetahui hal-hal yang perlu dikonsumsi atau hal-hal yang dapat menambah rezeki, yang menambah umur dan kesehatan agar ia dapat lebih konsentrasi dalam menuntut ilmu. Terkait hal ini, para ulama menjelaskan dalam kitabnya.

Rasulullah saw Bersabda: “Tiada yang dpaat menolak takdir kecuali doa. Tiada yang dapat menambah umur kecuali amal kebaikan, sesungguhnya seseorang terhambat rezekinya karena dosa yang ia lakukan. Doa yang baik-baik seperti istighosah, wirid.

Telah diterangkan dalam hadist bahwa melakukan kemaksiatan merupakan penyebab terhambatnya rezeki terutama berbohong, karena hal ini menyebabkan kefakiran, bahkan telah diriwayatkan dalam sebuah hadist khusus mengenai hal tersebut. Selain berbohong yaitu tidur setelah subuh dapat menghambat rezeki juga, karena banyak tidur dapat menyebabkan kefakiran dan lupanya ilmu.

Seorang penyair berkata:

Kesenangan manusia adalah terletak saat memakai pakaian, dan bertambahnya ilmu dengan meninggalkan ngantuk (tidak banyak tidur).”

Sumber: Kajian online kitab kuning Ta’limul Muta’allim KMNU Pusat tanggal 9 Januari 2020

Pembicara: Muh Adib R (Koor Kajian Kitab Kuning, Divisi Kajian dan Dakwah, Depnas 5)

Notulis : Ima Khoirunnisa (Divisi Kajian dan Dakwah, Depnas 5)

You might also like
Comments
Loading...