Kajian Kitab Kuning Ta’limul Muta’allim dan Refleksi Tahun Baru Masehi 2021

Hendaknya ia duduk menghadap kiblat, mengikuti sunnah-sunnah Nabi saw., memanfaatkan doa orang-orang baik dan menghindari dari doa orang-orang yang teraniaya.

Diceritakan ada dua orang lelaki merantau untuk menuntut llmu, keduanya menuntut Ilmu dari tempat yang sama, setelah beberapa tahun keduanya kembali ke negeri mereka, yang satu menjadi orang yang ahli di bidang fiqih, sedangkan yang satu lagi tidak ahli, lalu para ahli fiqih di daerah itu menyelidiki dan menanyai tentang perihal keduanya dalam menelaah ilmu dan cara belajar mereka, mereka diberitahu bahwa yang pandai sewaktu belajar selalu menghadap kiblat dan kota tempat ia belajar, sedangkan yang satu lagi sewaktu belajar ia membelakangi kiblat dan tidak menghadap ke kota Mesir, akhirnya para ulama berperdapat bahwa orang yang pandai itu menjadi pandai berkat menghadap kiblat karena termasuk sunnah dalam duduk kecuali dalam keadaan terdesak dan berkat doa orang-orang Islam karena di kota Mesir tidak kosong dari ahli ibadah dan orang-orang yang baik, dan kelihatannya salah seorang hamba saleh berdoa untuknya di malam hari.

Hendaknya seorang santri tidak meremehkan adab dan sunah-sunah, karena orang yang meremehkan adab ia akan terhalangi menjalankan sunah, orang yang meremehkan sunah ia akan terhalangi menjalankan fardhu dan yang meremehkan fardhu akan terhalangi menjalani urusan akhirat.

Hendaknya seorang santri memperbanyak shalat dan melakukannya dengan penuh khusyu’ karena shalat dapat memberinya kemudahan sewaktu belajar. Aku pernah mendengar syair Syaikh Al Jail Najmuddin Umar bin Muhammad An Nasan:

“Jagalah perintah dan larangan, tekunlah menjalankan shalat.”

Tuntutlah ilmu syariat dan carilah pertolongan melalui makanan yang halal niscaya engkau menjadi ahli ilmu agama. Mohonlah kepada Tuhanmu agar hafalanmu tetap terjaga hanya karena berharap karunia-Nya karena Allah sebaik-baik penjaga.

Dialog Interaktif Bersama Kang Yazid Mubarok, A.Md.Pi (KMNU Polinela)Tema : Refleksi Tahun Baru Masehi 2021

Manusia dengan adab di zaman sekarang itu masih sangat kurang. Mereka sibuk dengan tren zaman sekarang, tanpa melihat konsekuensinya.

Keutamaan refleksi sendiri adalah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ada beberapa hal yang perlu kita pahami dalam proses refleksi, yang pertama membangun rasa percaya diri, buka artian sombong, dimana kita rendah hati. Misal kita bertemu dengan seorang yang memiliki berbeda latar belakang berbeda, kita minder dan sebagainya, itu malah mengakibatkan hal yang kurang baik. Cara mengatasi dari rasa tidak percaya diri yaitu dengan berbicara di depan cermin, menulis potensi kita di dalam kertas, dengan kita menulis itu kita bisa mengetahui potensi kita, kelebihan kita. Kemudian membayangkan apabila kita berbuat maksiat akan menimbulkan akibat bagi berbagai pihak. Yang ketiga, tubuhkan pikiran yang positif, apa yang anda pikirkan akan menjadi dorongan untuk otak kita.

Dalam konteks tanggung jawab, apabila kita menyalahkan orang lain, pasti akan timbul permusuhan. Maka apabila kita gagal, maka kita harus mengakuinya karena dengan kegagalan akan menjadi bahan refleksi kita untuk kedepannya agar lebih baik.

Menyikapi tahun baru ini, bagaimana kita menjadi lebih baik. Kalau harimu sama seperti kemarin, kamu berarti termasuk orang yang rugi, apabila harimu lebih baik dari yang kemarin, berarti kamu termasuk orang yang beruntung.

Dengan adanya tahun baru, sebenarnya kita sama saja, cuma berbeda tahap. Kita kembangkan diri kita sesuai dengan passion kita, jangan meniru orang lain. Niatkan untuk mencapai cita-cita kita dengan baik.

Jadilah diri kita sendiri, kita pada masa muda ini, kita diperuntukkan untuk mencari jati kita sendiri. Kita pasti oleh Allah sudah diberi kelebihan sendiri-sendiri oleh Allah.

Apabila ada kendala, kita jangan langsung menyerah, kita harus berusaha. Kita harus punya cita-cita atau kemauan, karena tanpa adanya itu kita tidak punya tujuan, tidak tahu bakal kemana kita selanjutnya.

Sumber: Kajian online kitab kuning Ta’limul Muta’allim KMNU Pusat tanggal 2 Januari 2020

Pembicara: Muh Adib R (Koor Kajian Kitab Kuning, Divisi Kajian dan Dakwah, Depnas 5) bersama Kang Yazid Mubarok, A.Md.Pi (KMNU Polinela)

Notulis : Ima Khoirunnisa (Divisi Kajian dan Dakwah, Depnas 5)

You might also like
Comments
Loading...