Kajian Kitab Kuning Ta’limul Muta’allim Dan Dialog Interaktif: Hari Gerakan Sejuta Pohon

Bab Hal-hal yang Dapat Memperkuat dan Menghilangkan Hafalan

Sebab kuat hafalan adalah sungguh-sungguh, rutin, menyedikitkan makanan, dan sholat malam. Salah satu sebabnya hafal adalah membaca Al-Qur’an, karena tidak mudah lupa apabila sering membaca AL-Qur’an.

Tidak ada sesuatu yang paling membuat seseorang kuat hafalannya kecuali menghafal sambil melihat Al-Qur’an, karena otomatis kita harus bersuci terlebih dahulu (itu penuh dengan perjuangan), selain itu dapat pahala yang berlipat-lipat.

Nabi bersabda: “Sebaik-baik amalnya umatku adalah membaca Al-Qur’an dengan melihatnya.”

Ada cerita Syaddad bin Hakim, beliau memimpikan temannya yang sudah meningggal, dan dia bertanya kepada teman-temannya itu, setelah kalian meninggal apa yang paling manfaat? Mereka menjawab: Yang lebih meanfaat saat hidup adalah menghafal Al-Qur’an dengan melihatnya.

Apabila kita mengangkat kitab, hendaknya membaca bismillah wasubhanalloh….dst, bukan hanya saat mengangkat kitab saja, tapi perkara baik apa saja. Hendaknya membaca bismillah. Setiap perkara yang tidak diawali dengan bismillah maka akan terputus dari rahmat Allah.

Setelah setiap sholat wajib, hendaknya melafazkan Amantubillah……dst.

Imam Syafi’i curhat kepada Imam Waqi’ terhadap kendala hafalannya. Kemudian gurunya memberi nasihat kepada beliau untuk meninggalkan maksiat. Karena keanugrahan seperti menghafal tidak akan diberikan kepada orang yang suka berbuat maksiat.

Kiat-kiat supaya hafal adalah siwakan, mau ngaji, sholat, ngaji hendaknya siwakan. Siwakan merupakan sunah muakkad. Selain itu minum madu, memakan anggur merah saat…

Selain menjadi kuat hafalan adalah menjadi obat. Kalau kebanyakan makan dan minum akan banyak lendir dan membuat ngantuk, maka akan mengakibatkan gampang lupa. Perkara yang membuat lupa lainnya adalah karena banyak maksiat, banyak dosa, dan prihatin terhadap dunia (terlalu memikirkan hal dunia).

Bagi kita seorang pelajar/ santri tidak baik dalam memikirkan dunia secara berlebihan karena itu tidak akan ada habisnya. Semakin kita memikirkan akhirat, memikirkan nanti akan mati (prihatin di akhirat nati). Itu akan membuat kita rajin ibadah, belajar.

Dialog Interaktif Bersama Kang Damar Aji Tema : Hari Gerakan Sejuta Pohon

10 Januari merupakan Gerakan hari sejuta pohon. Mengapa negara kita semakin hari semakin panas? Itu karena hutan di Indonesia ekosistemnya banyak yang rusak. Itu merupakan akibat kebijakan pemerintah. Pemerintah atau dari kita sendiri adalah terlalu mengeksploitasi hutan.

Di Indoneisa 9,4 hektar hutan di Indonesia mengalami penyusutan, perubahan. Seperti hutan-hutan di lereng gunung, apabila tidak dimanajemen dengan baik, maka akan merugikan pihak dibawahnya.

Perusahaan yang mempunyai lahan dengan menebang hutan, dibakar, dll. Itu akan mengakibatkan kerusakan dalam hutan, akan merusak ekosistem yang ada di hutan.

Kita harus bijak dengan alam, ketika kita membuka lahan pertanian, kita tidak asal memupuk sembarangan, dan lain-lain. Harus sejak sekarang kita memulai dari hal-hal kecil, seperti menamam pohon kecil di belakang rumah kita. Dengan adanya pohon-pohon di sekitar kita, maka tidak akan ada bencana seperti longsor dan banjir.

Kita sebagai mahasiswa dan orang awan, kita tidak hanya melakukan gerakan sejuta pohon dengan menamam, kemudian di tinggal. Tetapi juga harus di rawat. Tidak hanya orang pertanian, perhutanan, atau komunitas lingkungan, tetapi kita juga sebagai mahasiswa atau santri juga ikut serta dalam merawat, melestarikan alam.

Semakin hari semakin banyak penduduk di Indonesia, otomatis banyak yang mendirikan rumah, sehingga lahannya berkurang. Hal pertama yang harus di ketahui adalah pihak pemerintah sebaiknya lebih mengatur. Kemudian pecinta lingkungan hendaknya memberi saran kepada pemerintah, atau pihak lain yang lebih paham dengan mengenai lingkungan seperti itu, sebaiknya bagaimana.

Sumber: Kajian online kitab kuning Ta’limul Muta’allim KMNU Pusat tanggal 9 Januari 2020

Pembicara: Muh Adib R (Koor Kajian Kitab Kuning, Divisi Kajian dan Dakwah, Depnas 5) bersama Kang Damar Aji

Notulis : Ima Khoirunnisa (Divisi Kajian dan Dakwah, Depnas 5)

You might also like
Comments
Loading...