INDAHNYA RAMADHAN DI NEGERIKU

Ramadhan merupakan suatu bulan yang tiap tahun kehadiranya sangat dinanti-natikan oleh semua umat muslim di dunia ini, tak memandang dari kalangan manapun baik mereka yang rajin beribadah maupun yang jarang untuk beribadah pun akan  sangat menantikan kehadiran bulan mulia ini.  Termasuk di Indonesia negara  tercinta kita ini. Ada banyak tradisi ramadhan yang beraneka ragam namun dengan maksud yang sama yaitu sebagai bentuk kebahagian kita menyambut ramadhan bisa kita lihat contohnya di sunda  ada tradisi Munggahan, di jawa dengan tradisi padusan, baimau di sumatera barat dan lain-lain yang tentunya menjadi pewarna keindahan bulan ramdhan di indonesia. Belum lagi jika sudah masuk ke pelaksanaan sholat tarawih  yang biasanya  selalu penuh diawal ramadhan dengan variasi sholat dan imam yang bervariasi. Ada yang 12 rakaat dengan  imam santai atau juga ada yang 20 rakaat dengan imam cap F1  atau lainya yang semakin mewarnai indahnya ramadhan di negeri yang bernama Indonesia ini.

Menjadi suatu hal yang harusnya sangat kita syukuri bisa hidup dinegeri yang indah dan penuh warna ini, juga bagi saya yang paling menarik dari semua tradisi ini ialah adanya point atau filosofi  yang menunjukan bahwasanya bangsa kita ini adalah bangsa yang sangat pengertian. Bisa kita ambil contoh dari kebiasaan niat puasa bersama selepas sholat tarawih dimana niat  puasa dibacakan bersama-sama dengan suara lantang bahkan juga sampai dengan artinya pun dibacakan. Jika kita lihat secara kasatnya saja mungkin kita akan berfikir  perbuatan ini adalah hal yang sia-sia atau mungkin bisa sampai kita bilang bid’ah juga. Namun, jika kita lihat lebih dalam lagi ada maksud dan tujuan yang dalam dari kebiasaan ini seperti yang kita ketahui niat adalah salah satu hal yang sangat fundamental dalam suatu ibadah. Bahkan ibadah yang dilakukan tanpa niat dapat dikatan tidak sah, walaupun sangat fundamental dan penting namun kerap kali niat ini juga yang sering dilupakan oleh masyarakat awam. Oleh karena itu, adanya kebiasaan niat bersama-sama ini adalah wujud kepedulian bersama agar kita tidak lupa dan puasa kita tidak sia-sia nantinya karena lupa niat. Selain itu, juga kenapa selain niat yang bahasa arabnya itu juga sampai dibacakan artinya juga? Nah, disini lebih menarik lagi jika kita bisa menangkap apa tujuan filosofisnya. Perlu kita ketahui yang akan menjalankan puasa itu bukan hanya orang-orang yang muda. Tapi ada juga diantara mereka yang sudah sesepuh ingin ikut berpuasa tapi lidah mereka sudah tidak kuat untuk melafalkan dalam bahasa arab. Maka yang bisa mereka lafalkan hanya arti dari niat itu. Kemudian juga  bukanya tidak semua orang itu bisa melafalkan niat dengan berbahasa arab bukan? Jika semua niat harus berbahas arab, bagaimana dengan para orang-orang yang baru mualaf ? Atau orang-orang yang nakal? Atau juga orang-orang tua kita ? yang kebanyakan orang-orang ini notabenenya sulit untuk melafalkan niat dengan bahasa arab tapi mempunyai keinginan untuk melakukan puasa ramadhan. Makanya dituntun juga niat puasanya dengan bahasa Indonesia saja atau dengan bahasa daerahnya masing-masing.

Di atas merupakan satu contoh dalam satu hal yaitu shalat tarawih. Belum  lagi hal yang sama yaitu tradisi-tradisi ramadhan yang memiliki filosofi mendalam lainya yaitu adanya tim bangun sahur dan waktu imsak yang tak akan kita temukan di negara lain. Fungsinya ialah sama, yaitu untuk saling mengingatkan  untuk sahur dan waktu kapan berakhirnya sahur  dan tentunya jika kita lihat dan maknai lebih dalam lagi, masih banyak kebiasaan-kebiasaan ramadhan di Indonesia ini yang kelihatannya sepele dan biasa-biasa saja namun punya nilai-nilai keluhuran yang besar.

Disusun oleh: Tedi Nur Ilmi (KMNU UPI)

You might also like
Comments
Loading...