IDUL ADHA DAN KISAH NABI IBRAHIM

Hari raya Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 sampai 13 Dzulhijjah. Adapun biasanya disebut dengan “Hari Raya Haji”, bertepatan dengan tanggal tersebut kaum muslimin juga menunaikan ibadah Haji yang utama yaitu wukuf di Arafah. Seseorang yang hendak melakukan ibadah haji tersebut mengenakan pakaian serba putih dan tidak berjahit melambangkan tentang nilai persamaan manusia dihadapan Allah SWT. Penyembelihan hewan ternak pada hari raya Idul Adha secara bahasa Arab berasal dari kata Qaraba, Yaqrabu, Quban wa qurbanan wa qirbanan yang memiliki arti dekat (Hadi, 2020). Maka dari itu, jika terdapat seorang muslim yang mengkorbankan hewan di hari raya Idul Adha dapat menjadi jalan untuk lebih dekat dengan Allah SWT.

Dalam sejarahnya, Hari Raya Idul Adha ini melibatkan keluarga nabi Ibrahim yang saat itu Allah memerintahkan nabi Ibrahim A.S. kepada Siti Hajar istrinya untuk membawa nabi Ismail di daerah yang tandus, gersang dan tidak ada pepohonan. Ketika di daerah tersebut Siti Hajar kehabisan air hingga tidak bisa menyusui nabi Ismail, beliau mencari air sambil berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 kali, hingga Allah mengutus malaikat untuk membuatkan sumber mata air zam-zam yang sampai saat ini mengalir terus menerus tiada henti sehingga membawa rezeki yang banyak untuk daerah tersebut. Daerah ini ialah kota Makkah yang penuh dengan rahmat dan rezeki yang banyak.

Di dalam penjelasan kitab “Misykatul Anwar” bahwa kekayaan nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak, yang saat itu nabi Ibrahim bisa dikatakan sebagai miliuner, hingga puncaknya nabi Ibrahim diberikan ujian oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya. Dalam Al-Qur’an Surat As-Saffat ayat 102.

قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: Ibrahim berkata: “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka pikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: “Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Ketika nabi Ibrahim akan menyembelih anaknya, datanglah setan (Nadzimah, 2019) yang membujuk nabi untuk tidak menyembelih anaknya, sehingga nabi Ibrahim melemparkan batu kepada setan agar pergi dan peristiwa tersebut sekarang menjadi serangkaian ibadah haji yang disebut lempar jumrah. Setelah kejadian tersebut nabi Ibrahim memantabkan untuk menyembelih anaknya yang sudah pasrah dan tawakal kepada Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim melakukan penyembelihan, sedetik sebelumnya Allah menyerukan tentang pengampunan untuk ayah dan anaknya. Lalu sebagai gantinya nabi Ibrahim tersebut menyembelih hewan ternak dan sekarang untuk perayaan Idul Adha dianjurkan untuk menyembelih sapi, kambing, kerbau dan unta.

Penulis: Abdul Rozak (KMNU UNILA)

Daftar Pustaka

Hadi, S., Puspita, F., Ati, A. P., & Widiyarto, S. (2020). Penyuluhan dan Pembelajaran Karakter Melalui Pelaksanaan Idul Adha pada Siswa SMA. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 205-210.

Nadzimah, I. (2019). Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kisah Nabi Ibrahim (Kajian Tafsir Surat Ash-Shafat Ayat 100-111). (Bachelor’s thesis, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Leave A Reply

Your email address will not be published.