Harus Tahu ! Ilmu yang Wajib dipelajari setiap Muslim

Menuntut ilmu bagi semua muslim memang sudah menjadi kewajiban baik laki-laki maupun perempuan. Banyak ilmu yang wajib dipelajari oleh orang Islam baik yang bersifat fardlu ‘ain atau fardlu kifayah. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mendidik pemeluknya senantiasa berorientasi kepada kualitas diri dan mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah berupa akal dan hati. Selama mempelajari ilmu yang wajib ini, perlu meluruskan niat menuntut ilmu. Niat yang benar harus ditanamkan sejak dini, sebagaimana yang disampaikan Imam Hammad bin Ibrahim bin Ismail Assyafar Al Anshari dalam syairnya : “Siapa yang menuntut ilmu untuk akhirat, tentu ia akan memperoleh anugerah kebenaran. Dan kerugian bagi orang yang menuntut ilmu hanya karena mencari kedudukan di masyarakat”.

Konsekuensi dari kewajiban ini, manusia akan diangkat derajatnya melalui ilmu yang dipelajari kemudian diamalkan, seperti yang sering disampaikan dalam majelis ilmu yaitu QS. Al Mujadilah ; 11 “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Ayat tersebut menunjukkan bagaimana Allah memberi reward bagi orang -orang yang mau menuntut ilmu. Hal ini merupakan keutamaan bagi para penuntut ilmu yang mengharap akhirat.

Lalu pertanyaan yang muncul setelahnya adalah apa yang seharusnya kita pelajari, serta apakah ada hal yang tidak boleh dipelajari seorang Muslim ? berikut penjelasannya.

Sebagaimana yang diterangkan Imam Az-Zarnuji dalam Ta’lim Al muta’allim bahwa kewajiban menuntut ilmu disertai keterangan tidak sembarang ilmu bisa dipelajari. Ada beberapa ilmu yang wajib dipelajari setiap muslim tanpa terkecuali. Pertama, penulis menyebutnya ilmu hal atau ilmu agama Islam atau lebih akrab disebut ilmu Fiqih. Contohnya adalah sholat, setiap muslim wajib mempelajari rukun dan syarat sholat supaya dapat melaksanakan kewajiban sholat dengan sempurna. Tidak hanya ilmu sholat melainkan ilmu agama lain yang sifatnya wajib dalam melaksanakannya seperti ilmu tentang puasa, zakat bila berharta, ilmu berhaji maupun ilmu berdagang bagi para pedagang.

Keutamaan mempelajari ilmu agama ini disampaikan dalam sebuah syair oleh Muhammad bin Al Hasan bin Abdullah ; “Orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu orang ahli ibadah tapi bodoh”. Pentingnya belajar ilmu agama hingga tak akan bermanfaat ibadah seseorang apabila tanpa ilmu.

Kedua, setiap orang Islam wajib mempelajari akhlak yang terpuji dan yang tercela atau yang lebih dikenal dengan ilmu Tasawuf. Setiap muslim harus mengetahui kriteria sifat-sifat seperti sombong, kikir, penakut, dan israf supaya bisa menghindarinya. Selain dua ilmu yang sifatnya fardlu ‘ain tersebut, sebagian umat Islam harus tahu ilmu yang hukumnya fardlu kifayah. Jika disuatu daerah sudah ada orang yang mengetahuinya maka orang lain bebas dari kewajiban terebut. Contohnya adalah sholat jenazah. Selain itu, menurut Imam Syafi’i Rahimahullah berkata dalam kitab yang sama, “Ilmu itu ada dua, yaitu ilmu fiqih untuk mempelajari agama, dan ilmu kedokteran untuk memelihara badan.” Setelah mengetahui ilmu yang wajib dipelajari bagi setiap muslim, Imam abu hanifah berkata “tidak ada ilmu kecuali untuk diamalkan sedangkan mengamalkannya berarti meninggalkan dunia untuk meraih kebahagiaan akhirat”. Oleh karenanya sebagai muslim kita harus senantiasa mengamalkan ilmu yang kita pelajari karena sejatinya jika kita niatkan untuk akhirat maka itu bagian dari ibadah.

Disusun oleh: Rif’an Affan (KMNU UPI)

Comments
Loading...