KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

Gosok Gigi Ketika Berpuasa, Bolehkah?

Oleh: Muhammad Fernanda Raihan Fadlika
IMAN PKN STAN

Bagi umat muslim, bulan Ramadhan tentu menjadi bulan yang sangat special dan sangat dinantikan pada setiap tahunnya. Bulan Ramadhan itu special karena pada saat itu turun kitab suci umat islam, Al-Qur’an. Selain turunnya Al-Qur’an, umat muslim diberi anugerah lain yaitu dilipat gandakan pahala ketika melakukan kebaikan. Pada bulan Ramadhan umat muslim diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan sebelum meraih hari kemenangan yaitu idul fitri.

Kala berpuasa , kita seringkali mengalami bau mulut yang kurang sedap sehingga ketika berbincang – bincang dengan orang lain kita menjadi kurang nyaman . Namun di jelaskan dalam Hadist bahwa bau mulut orang yang sedang berpuasa , harumnya lebih wangi daripada harumnya minyak kasturi bahkan di sebutkan bahwa bau mulut seseorang yang sedang berpuasa bagaikan misk di sisi Allah SWT . Perhatikan Hadist di bawah ini:

HR. Bukhari no.1894 dan Muslim no.1151

Jika ditelusuri lebih jauh lagi, bau mulut yang tidak sedap atau halitosis biasanya berkaitan erat dengan kesehatan mulut. Umumnya bau mulut timbul karena sisa makanan, bakteri, dan kotoran yang ada di mulut. Sisa makanan yang berada di dalam mulut terlalu lama akan dihancurkan oleh bakteri sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

Lantas akan timbul satu pertanyaan yang mendasar, bagaimana cara kita menjaga kesehatan mulut ketika berpuasa. Kesehatan mulut kan merupakan bagian dari keimanan?. Untuk caranya yaitu ketika selesai santap sahur, dianjurkan untuk gosok gigi untuk menghilangkan sisa sisa makanan pada rongga gigi.
Jika kita lupa untuk sikat gigi ketika selesai santap sahur lalu bagaimana?. Apakah boleh menggosok gigi ketika mulai berpuasa?.

Imam Nawawi, dalam al-Majmu’, syarah al-Muhadzdzab menjelaskan:

Imam Nawawi, dalam al-Majmu’, syarah al-Muhadzdzab

Artinya: Jika ada orang yang memakai siwak basah. Kemudian airnya pisah dari siwak yang ia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada perbedaan pendapat ulama. Demikian dijelaskan oleh al-Faurani dan lainnya. (Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, halaman 343).

Dilihat dari pandangan diatas bahwa orang yang berpuasa dengan gosok gigi menggunakan pasta, jika tidak ada air atau pasta yang masuk tenggorokan sama sekali, puasanya tidak batal. Namun apabila ada sedikit saja dari air atau pasta yang tertelan walaupun tanpa sengaja, puasanya batal.

Solusi yang tepat jika kita lupa gosok gigi selepas sahur, lebih baik untuk menggosok gigi kita tanpa menggunakan pasta gigi karena dikhawatirkan akan ada pasta gigi yang tertelan dan menyebabkan puasa kita batal.

Untuk waktu yang tepat melakukan bersiwak adalah sebelum dhuhur. Seperti yang disampaikan Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani dalam Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadiin sebagai berikut.

Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain

Artinya, “Hal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur,” (Lihat Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadiin, Cetakan Al-Maarif, Bandung, Halaman 195).

Kenapa bersiwak atau berkumur termasuk makruh. Karena pembersihan mulut di saat puasa merupakan tindakan menyalahi yang utama. Utamanya adalah mendiamkan mulut dan aromanya yang kurang sedap apa adanya. Aroma ini yang lebih disukai Allah di hari Kiamat kelak.
Al-Habib Abdulah bin Husein bin Thahir dalam karyanya Is‘adur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq menyebutkan sebagai berikut.

Al-Habib Abdulah bin Husein bin Thahir dalam karyanya Is‘adur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq

Artinya, “Bagi orang berpuasa, makruh bersiwak setelah zhuhur berdasarkan hadits, ‘Perubahan aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari Kiamat daripada wangi minyak misik,’” (Lihat Is‘adur Rafiq, Cetakan Al-Hidayah, Surabaya, Juz I, Halaman 117).

Maka dari itu untuk berkumur dan sikat atau menggosok gigi diatur waktunya. Sekurangnya aktivitas tersebut dapat dilakukan sebelum waktu dhuhur. Wallahu a’lam

Sumber Foto: Pixelbay, dan NU Online

You might also like
Comments
Loading...