DILEMA MAHASISWA INDONESIA MENJALANI KULIAH ONLINE SAAT SERANGAN COVID-19

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2  (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari virus yang menular ke manusia. Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019, virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Hingga sekarang resmi masuk ke negeri kita, virus corona selalu menjadi primadona di headline berbagai berita baik cetak maupun elektronik.  Hal tersebut karena virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anakanak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun  ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan.

Baru-baru ini Direktur Jenderal  WHO (World Health Organization)  Tedros Ghebreyesus di Jenewa, Swiss pada 11 Maret 2020 menetapkan COVID 19 sebagai penyakit dengan status pandemi karena telah menginfeksi 118.000 orang di 114 negara, dan menyebabkan 4.291 orang meninggal dunia saat itu. Pandemi virus corona yang mengepung dunia belum bisa diredam. Penyebarannya yang masif dan relatif cepat membuat orang-orang ciut. Semua orang lantas mengambil jarak demi memutus rantai penularan COVID-19. Banyak negara sudah memutuskan lockdown. Beberapa wilayah di Indonesia juga telah membatasi orang-orang pendatang dari luar daerahnya. Tempat-tempat ibadah kini mulai sepi, agenda-agenda massa dihilangkan, karena SARSCoV-2 pula istilah daring dan work from home (WFH) jadi melejit.

Salah satu sektor yang dirugikan dari wabah ini adalah sektor pendidikan. Himbauan Physical Distancing dari WHO membuat semua kegiatan belajar mengajar yang awalnya dilaksanakan secara tatap muka menjadi serba daring. Berdasarkan laporan dari humas Dikti Kemendikbud, Senin (16/3/3030) terdapat 68 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah memberlakukan kuliah online dan akan bertambah setiap waktunya terkait adanya himbauan pemerintah tentang social distancing dan lockdown.

Hal tersebut tentunya menjadi beban khusus bagi perguruan tinggi yang memang belum siap dalam melaksanakan program kuliah online baik dalam segi sistem yang digunakan, tenaga pengajar, maupun sarana dan prasarana yang ada.

Tidak hanya itu, namun himbauan physical distancing juga menghambat aktivitas perkuliahan lainnya seperti adanya praktikum, seminar proposal, skripsi, berbagai kegiatan kepanitiaan dan lain sebagainya.

Uraian tersebut ketidak efektifan pembelajaran kuliah daring menjadi salah satu masalah yang dominan dalam agenda mahasiswa. Lantas bagaimana seharusnya kuliah daring yang efektif?. Menurut Mahmudi dalam bukunya yang berjudul Manajemen Kinerja Sektor Publik ia berpendapat bahwa efektifitas merupakan hubungan antara output dengan tujuan, semakin besar kontribusi output terhadap pencapaian tujuan maka semakin efektif organisasi, program atau kegaiatan. Sehingga dapat dipahami bahwa efektifnya sesuatu dalam pelaksanaanya berangkat dari tujuan yang telah diharapkan kemudian di sesuaikan dengan outputnya kemudian. Tujuan dari pelaksanaan kuliah daring menurut Kementrian dan Kebudayaan RI (2014) ialah meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan, meningkatkan kualitas mutu layanan pendidikan, meningkatkan kesamaan dalam mendapatkan mutu layanan pendidikan, dan meningkatkan keterjaminan mutu layanan pendidikan yang baik.

Tidak hanya itu, tidak semua materi dapat mudah dipahami apabila disampaikan secara daring. Ada beberapa materi perkuliahan yang membutuhkan perlakuan khusus untuk disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti salah satu contohnya pelaksanaan praktikum laboratorium. Selama kuliah online berjalan sejauh ini untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa tenaga didik menjadikan tugas sebagai salah satu indikatornya. Namun tugas yang diberikan ada disetiap mata kuliah yang diberikan dosen. Apabila dikalkulasikan maka total tugas yang diberikan menjadi banyak.

Masalah lain yang dihadapi mahasiswa antara lain kurangnya interaksi social secara langsung antara pengajar dengan peserta didik atau antar sesama peserta didiksehingga sedikit menurunkan fungsi manusia sebagai mahkluk social kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis dan peserta belajar yang tidak mempunyai motivasi belajar tinggi cenderung gagal (Rozmita, 2010).

Adanya permasalahan diatas dapat diatasi selama kita sebagai mahasiswa dan para tenaga didik mampu beradaptasi dengan menganggap hadirnya sistem kuliah online selayaknya kuliah di ruang kelas seperti biasanya. Segala keterbatasan seperti beberapa mahasiswa kerap dihadapi dengan sinyal internet yang putus-putus dan tidak leluasa dalam mencari sumber pembelajaran dalam buku fisik yang biasanya dapat di ambil di perpustakaan.  Meskipun demikian semuanya bisa dilawan dengan kegigihan niat untuk belajar dan lebih pro aktif secara mandiri. Selain itu hindari tidur terlalu larut malam saat mengerjakan tugas kuliah.

Disamping menjaga efektifitas dalam menjalani kuliah online perlu juga senantiasa menjaga sanitasi diri dan lingkungan, Beberapa hal sederhana yang bisa diterapkan yakni sesekali keluar rumah dan nikmati sinar mentari pagi. Sinar matahari mengandung pro vitamin D yang bermanfaat banyak bagi tubuh. Saat menikmati sinar matahari dapat ditambah juga dengan olahraga agar metabolisme tubuh tetap terjaga. Semua kegiatan tersebut dapat menunjang untuk menambah imunitas diri dalam tubuh.

Selain itu bagi para tenaga didik dapat memberi perbaikan sistem kuliah online yang lebih teratur dan terarah yaitu dengan pembuatan silabus khusus untuk pembelajaran dengan sistem daring. Silabus merupakan sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran. Dengan adanya silabus dapat digunakan sebagai pedoman bagi pengajar dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, seperti pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengembangan sistem penilaian serta pedoman bagi mahasiswa dalam melaksanakan kuliah online.

Sumber : Buletin Mahabbah (KMNU) Edisi 1

Comments
Loading...