Biografi KH R. As’ad Syamsul Arifin : Wali Quthb dari Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim!

Biografi KH R. As’ad Syamsul Arifin : Wali Quthb dari Indonesia

(Oleh Moch. Habiburrahman Haqiqi, KMNU ITB ’18; #DiaryUlilAlbab)

Beliau adalah As’ad:

Lelaki Madura yang lahir dari rahim Siti Maimunah. Putra pertama dari seorang Raden Ibrahim yang bersahaja.

Beliau adalah As’ad:

Lelaki yang lahir di Makkah, kemudian di saat kecilnya kembali ke Nusantara, ikut ayahnya mendirikan Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo di Situbondo, ujung timur Jawa. Pesantren yang kini menampung hampir 20 ribu santri mukim dari seluruh pelosok hingga luar Indonesia.

Beliau adalah As’ad:

Lelaki yang masa mudanya dihabiskan dengan kelana. Mencari ilmu kemari kesana. Mengejar Barokah para Yai para Ulama. Dari Jawa,  Madura, hingga Mekkah.

Beliau adalah As’ad:

Santri muda yang oleh Syaichona Kholil Bangkalan dipercayai menyampaikan pesan amanah, pesan restu pendirian Jam’iyah Diniyah Ijtimaiyah Nahdlatul Ulama, berupa tasbih, tongkat, ayat suci: cerita nabi Musa,  dan  Ya Jabbar Ya Qahhar kepada Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari di Jombang sana. Meski di perjalanan senantiasa dicaci dan dianggap gila, “Ini adalah perintah guru!” membuatnya bersiteguh terus melangkah. Maka, berdirilah NU di Surabaya. Organisasi muslimin yang kini terbesar di dunia.

Beliau adalah As’ad:

“Kesatria kuda putih” yang getol menghadapi penjajah. Di zaman Belanda mengomandoi gerilya, di masa Jepang memimpin pelucutan senjata, pasca kemerdekaan menjadi orang amat penting di tragedi 10 November Surabaya serta dalam menggagalkan ageresi milter dua. Maka, pantas ia dijuluki oleh Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki sebagai “mujahid kabir; pejuang besar Indonesia”, pun sangat layak apabila pada medium 2016 lalu, ia dianugerahi gelar “Pahlawan Nasional” oleh pemerintah Republik Indonesia.

Beliau adalah As’ad:

Yang pada muktamar 27 NU di pesantrennya, menjadi kunci diputuskannya Khittah Nahdliyah: “Pancasila adalah dasar negara yang sah!”. Keputusan yang kemudian mendorong kesadaran jamiyah lain di tanah air tercinta. Maka, tentramlah Indonesia. Dan semoga paham-paham menyimpang segera sirna!

Beliau adalah As’ad:

Pendakwah santun yang berhasil mengubah kisah para pengacau menjadi kesatria,  manusia-manusia yang kini sohor disebut “Palopor” nan setia.

Beliau adalah As’ad:

Kiai besar yang di akhir hayatnya berhasil menunaikan petuah gurunya, mendirikan lembaga spesialis kaderisasi ahli fiqh dan ulama; Ma’had Aly Salafiyah Syafiiyah. Pelopor Ma’had Aly di Indonesia.

Beliau adalah As’ad:

Kakak dari Syeikh Abdurrahman, kepala otoritas fatwa Arab Saudi di zamannya. Ayah dari Kiai Fawaid, politikus visioner partai ka’bah. Kakek dari Kiai Azaim, murabbi sejati penyejuk ummah.

Beliau adalah As’ad:

Lelaki sepuh yang wafat pada 1990 dalam keadaan masih sebagai Ketua Mustasyar PBNU dan Mustasyar Partai berlambang ka’bah.

Beliau adalah As’ad:

Mursyid tigabelas Thoriqoh Mu’tabarah yang hingga akhir hayatnya, dipercayai Allah,  sebagai WALI QUTHB: Pemimpin tertinggi para Wali, yang hanya satu di setiap zamannya.

Beliau adalah As’ad!

Alfatihah mengiringi turunnya Rahmat…

Alfatihah!

Penulis Ulil Albab, Kontibutor tetap kmnu.or.id

sumber gambar: nu.or.id

Comments
Loading...