KMNU Pusat
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul 'Ulama

Berhentilah untuk Tidak Bahagia

Â

Merasa tiada penting, lagi

Mengungkap apatah, pula

Membuatmu lebih

Kuhantarkan hingga ke pucuk

Menjerit kauteriak

Menyulam kecutnya benci

Â

Awal memang terpaksa, mungkin

Lalu kaujiwai samudera, dan

Akhirnya kaucipta kebersamaan, nanti

Â

Sadarkah, pelupuk hati telah tiada

Dimakan urat masa

Dirampas pencuri-pencuri cinta

Â

Tidak! Bukan engkau yang tertulis

Dalam buku itu, hanya mereka yang tahu

Bahkan aku tak meyakininya lagi

Â

Membisik seribu sandi

Menggelitik ketiak-ketiak para penari

Diam-diam aku tak mampu lagi berjanji

Buat apa hampa digandrungi

Buat apa sedih dilindungi

Buat apa tangis terus dinyanyi

Kautahu, nanti kan kusentuhkan jemarimu

Dalam suatu waktu yang pilu

Untuk membasuh wajah suram yang tak berlalu

Â

Berhentilah untuk tidak bahagia

Mari menari dengan ceria

Sudahi nyanyian tanpa kata

Tol Simathupang, Sabtu 28 Mei

R. Ozt

You might also like
Comments
Loading...