Aku Mencintaimu Karena Allah

Cinta adalah sesuatu perasaan yang tidak pernah terduga datangnya dan belum tentu juga kita mencintai yang paling sempurna. Kebanyakan orang ingin merasakan jatuh cinta. Konon katanya, cinta adalah perasaan dan keadaan yang indah dan bisa membuat seseorang tersebut menjadi bahagia. Ada suatu kasus yang banyak ditemui dimana ada orang yang pacaran bertahun-tahun tapi tidak ada satu tahun dalam membina rumah tangga dan bercerai. Di sisi lain, ada seseorang yang bertemu satu kali lalu menikah dan langgeng sampai akhir hayat juga dapat sering dijumpai .

Lalu apa sih definisi cinta sebenarnya? Menurut para peneliti dari university of Western Virginia California Amerika serikat yang ditulis di Kompas, jatuh cinta adalah sebuah hasil dari aktivitas 12 area otak yang bekerjasama. Mereka (para peneliti red) menyebut perubahan aktivitas otak ini dimulai hanya dalam seperlima detik setelah seseorang tersebut jatuh hati dan ada lonjakan bahan kimia seperti dopamin oksitoksin.

Lalu bagaimana memaknai ana uhibukka fillah? Tentu kalimat Ana uhibukka fillah atau aku mencintaimu karena Allah bukan hanya sekedar gombalan atau sebuah klise semata. Tapi, aku mencintaimu karena Allah adalah sesuatu rasa yang Allah timbulkan di hati seseorang untuk seseorang. Tentu saja, aku mencintaimu karena Allah bukan hanya sebuah kata yang mudah diucapkan dan dilakukan, bukan hanya sebuah ungkapan yang dibangun dari bahasa-bahasa yang indah seperti sayang, kekasihku, pujaan hatiku, dan lain lain. Tapi makna ana uhibukka fillah adalah sebuah bentuk dan sebuah komitmen kita kepada seseorang, bahwa kita mencintai dia karena Allah. Artinya apa, kita paham bahwa seseorang yang kita cintai adalah seseorang yang tidak akan abadi, dan kita pun juga tentu tidak abadi. Lalu bagaimana seharusnya para pemuda pemudi di era Millenial zaman sekarang?

Penulis mempunyai cerita nyata, semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari cerita berikut. Perkenalkan, nama dia adalah ukhti Sabrina, dulu ukhti Sabrina sempat berpacaran sebelum paham makna ana uhibukka fillah. Dulu ketika masih masa pacaran, ukhti Sabrina merasa sakit hati dan merasakan bahwa saat pacaran hanya mendapatkan hal yang sia-sia. Mulai dari ditinggal selingkuh, orang tua tidak merestuinya. Setelah itu, ukhti Sabrina merasa down dan trauma untuk menjalin hubungan kembali. Setelah itu ukhti Sabrina memantapkan diri bahwa dia tidak akan pacaran kembali dan dia berprinsip kalau memang ada seseorang yang berniat serius ya silahkan, dari pada merasakan sakit hati terus karena pacaran. Mulai saat itulah ukhti Sabrina memutuskan untuk tidak pacaran, kalau memang ada seorang laki laki yang berminat mempersuntingnya maka dipersilahkan datang ke rumah untuk menemui orang tuanya, entah siapapun itu. Dan pada akhirnya setelah ukhti Sabrina lulus kuliah.

Di bulan Desember, ketika ukhti Sabrina sedang MCU/ medical Check Up untuk karyawan. Ketika itu, foto tangan yang diinfus tersebut di-upload di Instagram. Lalu ada seorang laki-laki yang berkomentar “kengeng nopo mbak, gerah nopo kok ngantos di suntik?” (Kenapa mbak? sakit apa kok sampai di suntik) begitulah laki laki tersebut bertanya dengan menggunakan bahasa Jawa kromo. Lalu ukhti Sabrina menjawab “owh tidak kang, ini saya sedang MCU saya mau masuk kerja”. Setelah beberapa hari, laki-laki tersebut memberanikan diri untuk meminta nomor WhatsApp. Pada tanggal 1 November 2020, laki-laki tersebut memberanikan diri untuk pertama kalinya menghubungi via WhatsApp.

Sekitar akhir bulan Februari 2020, “mbak kalau seumpama kamu tak kenalin ke ibukku, maukah? Untuk serius ke jenjang pernikahan, maukah?” Begitulah kurang lebih isi pesan via WhatsApp lelaki tersebut kepada ukhti Sabrina. Lalu di suatu hari ketika ukhti libur kerja, laki-laki tersebut menelepon untuk pertama kalinya. Di saat menelepon, laki-laki tersebut mengatakan ingin mengobrol dan meminta izin kepada ibunya ukhti sabrina dan pada akhirnya mendapatkan lampu hijau, setelah itu teleponnya dimatikan tanpa pamitan dengan ukhti Sabrina.

Pada akhir Maret 2020, setelah menjalankan sholat istikhoroh ukhti Sabrina yakin, kyainya sebagai gurunya pun yakin dan saat itu ukhti Sabrina memutuskan memantapkan diri untuk niat ibadah nikah mencari ridho-nya Gusti Allah kalau memang jodohnya ya semoga ini yang terbaik dan semoga dimudahkan dan dilanggengkan serta sakinah mawadah warahmah. Ukhti Sabrina dilamar laki-laki tersebut melalui orang tuanya, karena laki-laki tersebut masih kerja di Jakarta. Telepon pertama kali secara pribadi yaitu pada saat puasa, ketika laki-laki tersebut membangunkan ukhti Sabrina untuk sahur (maklum anak kost, jadi perlu dibangunkan untuk sahur Hehehehe). Dan ternyata, laki-laki tersebut sudah ngepoin dan nge-stalk ukhti Sabrina sejak 3 tahun yang lalu, sejak 2017 melalui Facebook dan Instagram. Dan selama di WhatsApp pertama kali sampai sekarang belum pernah ketemu orangnya langsung dan ketemu pertama kali yaitu di pelaminan besok di bulan Desember 2020. Dan ukhti Sabrina pun menikah tanpa berpikir, orangnya seperti apa, bagaimana bentuk rupanya, bagaimana fisiknya tapi ukhti Sabrina yakin bahwa calon suaminya akan menjadi imam yang baik dan bertanggung jawab serta bekerja keras.

Ukhti Sabrina memberikan pesan untuk yang belum menikah dan belum ketemu jodohnya, tidak usah banyak membuang waktu untuk berpacaran dengan orang yang salah. Nanti ketika sudah bertemu jodohnya, maka akan dipertemukan dan dimudahkan untuk menuju jalan yang halal. Semua butuh waktu dan semua akan indah pada waktunya. Dan janganlah menghabiskan waktu anda bersama orang yang belum tentu menjadi milik anda. Lebih baik perbaiki diri dan perbaiki hati, perbanyaklah mendekatkan diri kepada sang pencipta. Dan untuk para laki-laki, jangan mendekati anaknya, tapi dekatilah orang tuanya lalu penciptaNya.

Semoga kita yang belum dipertemukan dengan jodoh kita. Semoga segera dipertemukan dengan jodoh kita di waktu yang tepat. Wallahu’alam.

Penulis: Ahya Averrosy Fiqa (Koordinator kajian dan dakwah KMNU Nasional)

You might also like
Comments
Loading...