11 RAMADHAN: HARI PALING MEMBUAT ROSULULLOH BERSEDIH

11 RAMADHAN: HARI PALING MEMBUAT ROSULULLOH BERSEDIH

Oleh: M. Bustomi Farid Bayu Aji (KMNU Undip)

Dalam kitab Al Busyro fii Manaqib Sayyidati Khodijah Al Kubro yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwy Al Maliky Al Hasani disebutkan.

Istri Rasulullah SAW, Khadijah wafat pada hari ke-sebelas bulan Ramadhan tahun ke-sepuluh kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.

Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah SAW sekitar 50 tahun.

Diriwayatkan ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasulullah SAW, “Aku memohon maaf kepadamu Yaa Rasululah kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.”

Rasulullah menjawab, “Jauh dari itu Yaa Khadijah, engkau telah mendukung dakwah Islam sepenuhnya.”

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Az-Zahra dan berbisik, “Fatimah puteriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri agar beliau memberikan sorban yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.”

Mendengar itu Rasulullah SAW berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.”

Saat itu malaikat Jibril turun dari langit membawa lima kain kafan. Rasulullah bertanya, “Untuk siapa saja kah kain kafan itu yaa Jibril?” “Kafan ini untuk Khadijah, engkau Yaa Rasulullah, Fatimah, Ali, dan Hasan” jawab Jibril.

Jibril berhenti dan menangis. Rasulullah bertanya, “Kenapa Yaa Jibril?” “Cucumu yang satu, Husein, tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan.”

Rasulullah SAW berkata di dekat jasad Khadijah, “Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak ‘kan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa, Allah maha mengetahui semua amalanmu, semua hartamu kamu hibahkan untuk Islam, kaum muslimin ikut menikmatinya, semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini darimu, permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban. Yaa Allah yaa Ilaahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam dan mempercayaiku pada saat orang lain menentangku, menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku, menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijah sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku, siapa lagi yang akan membantuku?”

Tiba-tiba Ali berkata, “Aku yaa Rasulullah.”

Peristiwa wafatnya Khadijah itu sangat menusuk jiwa Rasulullah SAW, alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah SAW ditinggal orang yang sangat dicintai dan mendukung perjuangannya menegakkan Islam.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=XXI3jph4KNM&feature=youtu.be (KMNU Unisula)

Referensi: kitab Al busyro fi manaqib sayyidati Khotijah al kubro yg ditulis oleh Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky Al Hasani

Comments
Loading...