10 Mitos dan Salah Paham Coronavirus

  1. “Masker dapat mencegah penularan corona”.
    Ini tidak tepat. Sebenarnya, masker (yang umum diperjualbelikan untuk bedah) tidak dibuat untuk memblok partikel corona, namun hanya berfungsi membantu bila seseorang yang terinfeksi corona tidak menyebarkan virus darinya. Masker berfungsi untuk mencegah titik-titik air dari hasil respirasi keluar ke lingkungan.
  2. “Anak-anak tidak dapat terserang virus corona”
    Pendapat ini juga salah. Anak-anak bukan tidak dapat terinfeksi korona namun mereka sedikit yang terpapar virus korona, sehingga kasus corona pada anak-anak lebih sedikit. Bila anak-anak terinfeksi corona, mereka sepertinya kemungkinan kecil bisa parah.
  3. “Kemungkinan terinfeksi virus corona lebih besar dari pada terinfeksi flu”
    Pendapat ini tidak akurat. Para ilmuwan menghitung nilai R0 untuk menghitung berapa potensi virus dapat menyebar. Baru-baru ini ditemukan bahwa nilai R0 SARS-CoV sekitar 2.2, itu artinya seseorang yang terinfeksi akan menularkan kira-kira 2.2 orang lain. Sedangkan flu memiliki nilai R0 sebesar 1.3.
  4. “Virus corona hanya bentuk mutasi dari flu biasa”.
    Pendapat ini salah, karena virus korona adalah keluarga besar virus. SARS-CoV-2 membagikan 90% genetiknya dengan virus korona yang menginfeksi kelelawar
  5. “Virus dapat dibuat di laboratorium”
    Hingga sekarang, belum ada fakta atau penelitian yang mendukung pendapat ini. SARS-CoV-2 menyerupai 2 virus korona yang lain, yang merangsang pecah penyebarannya (outbreaks) pada dekade baru-baru ini. SARS-CoV-2, SARS-CoV, dan MERS-CoV berasal dari kelelawar
  6. “Terinfeksi Virus Korona dapat membunuhmu”
    Sebanyak 18% orang yg terinfeksi virus korona degan kondisi sedang, sekitar 13.8% parah, dan 4.7% kritis
  7. “Kamu akan tahu ketika kamu telah terinfeksi”
    Pernyataan ini tidak akurat. Pada tahap awal, orang yang terinfeksi mungkin tidak muncul gejala sama sekali. Gejala COVID-19 sama seperti flu dan demam biasa. Gejala umum COVID-19 adalah demam, batuk-batuk, dan sudah bernafas. Gejala yang jarang sekali terjadi yaitu pusing, muak, muntah, dan ingusan.
  8. “Vitamin C akan menjagamu dari COVID-19”
    Belum ada bukti, kalau vitamin C meningkatkan kekebalan tubuh untuk menghadapi COVID-19. Vitamin C menyediakan kebutuhan yang esensial pada tubuh manusia, dan mendukung fungsi normal sistem kekebalan. Minum banyak vitamin C tidak akan menurunkan risiko terinfeksi COVID-19
  9. “Kamu tidak boleh menerima paket dari Cina”
    Menurut WHO, menerima surat atau paket dari Cina aman. Virus korona tidak mampu bertahan lama di sebuah benda seperti surat dan paket
  10. “Musim dingin dan Salju dapat membunuh COVID-19”
    Ini juga tidak benar. Suhu tubuh normal manusia adalah 36.5 sampai 37 derat celcius.

Alih bahasa: @alfarisi_hamzah
Sumber: Video Hashem Al-Ghaili, fb.me/sciencenaturepage

You might also like
Comments
Loading...